Oleh Feby Novalius – Jurnalis, Senin, 15 Juni 2026 | 22:09 WIB
Chapnews – Ekonomi – Perdebatan mengenai harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi antara Indonesia dan Malaysia selalu menarik perhatian publik. Siapa sebenarnya yang menawarkan harga lebih terjangkau bagi rakyatnya? Data terbaru menunjukkan bahwa harga BBM bersubsidi di Indonesia masih sangat kompetitif, bahkan cenderung lebih murah jika dibandingkan dengan negara tetangga Malaysia.

Pemerintah Indonesia, melalui kebijakan yang konsisten, berhasil mempertahankan harga Pertalite di angka Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter. Stabilitas harga ini patut diapresiasi, mengingat gejolak kenaikan harga energi di pasar global yang terus terjadi. Kebijakan ini menjadi benteng bagi daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi yang fluktuatif.
Di sisi lain, Malaysia juga menerapkan skema subsidi untuk beberapa jenis BBM. Berdasarkan penetapan harga terbaru untuk periode 11-17 Juni 2026, bensin RON95 yang disubsidi melalui program BUDI95 dipatok sebesar RM1,99 per liter. Sementara itu, harga solar bersubsidi di wilayah Semenanjung Malaysia berada pada level RM2,15 per liter. Kebijakan serupa menunjukkan komitmen kedua negara dalam meringankan beban masyarakat terhadap kebutuhan energi.
Perlu dicatat, meskipun harga BBM bersubsidi di Indonesia tetap stabil, Pertamina telah melakukan penyesuaian harga pada produk nonsubsidi. Sejak 10 Juni 2026, harga Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, dan Pertamax Green melonjak dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Namun, beberapa produk nonsubsidi lainnya seperti Pertamax Turbo (Rp20.750/liter), Dexlite (Rp23.000/liter), dan Pertamina Dex (Rp24.800/liter) masih bertahan pada harga sebelumnya.
Analisis perbandingan ini menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam menjaga stabilitas harga energi dasar bagi masyarakat luas, meskipun harus diimbangi dengan penyesuaian pada segmen nonsubsidi. Dengan demikian, masyarakat dapat terus menikmati akses terhadap BBM dengan harga yang relatif terjangkau, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan harga BBM bersubsidi yang paling kompetitif di kawasan.


