Ads - After Header

Gibran: AI Bukan Masa Depan, Ini Kunci Sukses Indonesia!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa Artificial Intelligence (AI) bukan lagi sekadar visi masa depan, melainkan realitas yang harus dihadapi hari ini. Dalam pernyataannya, Gibran menyoroti pentingnya penguasaan teknologi AI di Indonesia, diiringi dengan pondasi etika yang kuat, serta kesiapan pemerintah dalam membangun ekosistem pendukungnya.

Menurut Gibran, kita sedang menyaksikan pergeseran fundamental dari literasi baca-tulis menuju literasi digital, dengan AI yang menduduki puncak transformasi ini. Ia secara tegas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak berdiam diri sebagai penonton, melainkan aktif menjadi pemain dan penguasa teknologi tersebut.

Gibran: AI Bukan Masa Depan, Ini Kunci Sukses Indonesia!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Kita tidak bisa lagi menutup mata, atau sekadar menjadi penonton. Kita harus menjadi pemain, kita harus menjadi penguasa teknologi tersebut," ucap Gibran dalam video yang diunggah di TikTok, Selasa (16/6), seperti dilansir chapnews.id.

Khusus bagi para pelajar, Gibran menekankan bahwa AI bukanlah sarana untuk bermalas-malasan, melainkan instrumen ampuh untuk mengakselerasi proses belajar. Teknologi ini, lanjutnya, dapat dimanfaatkan untuk membantu pencarian data, mempermudah pembelajaran bahasa asing, hingga menyederhanakan pemahaman rumus matematika yang kompleks.

Ia juga mengingatkan agar AI digunakan sebagai pemicu kreativitas, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir kritis. Dengan penguasaan teknologi yang tepat, Gibran optimis bahwa visi Indonesia Emas 2045 bukan lagi sekadar angan, melainkan sebuah kepastian yang dapat diraih.

Putra sulung Presiden Joko Widodo ini turut menyerukan agar para guru dan orang tua tidak gagap teknologi terhadap AI. Guru yang cakap AI, menurutnya, akan memiliki ‘kekuatan super’ untuk mendidik secara lebih efektif. AI dapat meringankan beban administratif guru, mulai dari merancang soal ujian, menyajikan materi pelajaran dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami, hingga memberikan studi kasus yang memperkaya pemahaman siswa.

"Sehingga bapak ibu punya lebih banyak waktu untuk menyentuh sisi humanis dan karakter murid-murid kita," jelas Gibran.

Bagi orang tua, ia berpesan untuk selalu mendampingi anak-anak agar tidak ‘terbang tinggi’ dengan teknologi tanpa pengawasan, memastikan mereka memahami apa yang diakses dan bagaimana memanfaatkannya secara positif.

Etika di Atas Segalanya

Aspek etika, menurut Gibran, jauh lebih krusial dibandingkan penguasaan teknis AI semata. "Teknologi tanpa etika itu berbahaya," tegasnya. Ia mengingatkan bahwa AI, di satu sisi mampu menciptakan konten positif, namun di sisi lain berpotensi disalahgunakan untuk menyebarkan hoaks, melakukan plagiarisme, atau melanggar privasi individu.

"Pemanfaatan AI harus didasari oleh nilai-nilai integritas. Jangan gunakan AI untuk menipu, jangan gunakan AI untuk menjatuhkan orang lain. AI harus digunakan untuk kesejahteraan bersama, untuk mempermudah hidup, bukan untuk menciptakan kekacauan sosial," ujar Gibran, yang menarik perhatian publik dengan gestur memangku dan mengelus kucingnya sepanjang video. Ia menekankan bahwa kemajuan teknologi harus sejalan dengan peningkatan moralitas masyarakat sebagai bangsa yang beradab.

Pemerintah Indonesia, lanjut Gibran, telah menunjukkan langkah konkret dengan merampungkan Readiness Assessment Methodology untuk AI yang dikembangkan oleh UNESCO. Instrumen ini berfungsi sebagai alat diagnostik untuk mengevaluasi kesiapan dan kerangka tata kelola AI di Indonesia ke depan, selaras dengan pedoman etika global.

"Tugas pemerintah adalah menyiapkan ekosistemnya, dan tugas kita semua adalah mempersiapkan kapasitas diri kita masing-masing," pungkasnya.

Mengakhiri pernyataannya, Gibran menegaskan kembali inti pesannya: "Kuasai teknologinya, pegang teguh etikanya." Ia mengajak seluruh komponen bangsa untuk menjadikan AI sebagai jembatan strategis menuju Indonesia yang lebih maju, cerdas, dan bermartabat.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer