Chapnews – Nasional – Suasana tegang menyelimuti kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, pada Kamis (18/6), ketika proses eksekusi lahan Hotel Sultan berujung pada kericuhan. Insiden ini menarik perhatian publik setelah laporan awal dari chapnews.id mengungkapkan detail bentrokan antara massa dan aparat keamanan.
Kericuhan pecah saat tim aparat keamanan berupaya memasuki area drop off Hotel Sultan. Kedatangan mereka langsung disambut hadangan keras dari sekelompok massa yang telah bersiaga di lokasi, memicu ketegangan yang cepat memuncak.

Situasi semakin memanas ketika massa mulai melancarkan serangan dengan melempari batu dan botol ke arah barisan petugas. Menghadapi gempuran tersebut, aparat keamanan merespons dengan sigap, membentuk barikade tameng pertahanan dan mengerahkan water cannon untuk membubarkan kerumunan.
Untuk mengamankan jalannya eksekusi dan meredakan ketegangan, sebanyak 3.161 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, dan Pemerintah Daerah dikerahkan. Jumlah personel yang masif ini menunjukkan tingkat keseriusan dan potensi risiko yang telah diantisipasi dalam proses eksekusi lahan tersebut.


