Ads - After Header

Tragedi Semeru: Penambang Tewas, Bupati Lumajang Bertindak Tegas!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengeluarkan imbauan tegas terkait aktivitas penambangan pasir di kawasan Gunung Semeru. Sikap ini diambil menyusul tragedi memilukan yang menimpa seorang penambang, Veri Irawan (33), yang tewas tertimbun sisa material awan panas guguran (APG) Semeru. Indah secara spesifik menekankan agar kegiatan penambangan tidak lagi dilakukan pada malam hari demi keselamatan para pekerja.

Insiden nahas yang menjadi pemicu imbauan ini terjadi pada Sabtu (20/6) dini hari. Veri Irawan, warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, ditemukan tertimbun material APG saat sedang melakukan penambangan pasir secara manual di area aliran lahar Gunung Semeru. Ia diketahui memulai aktivitasnya sejak Jumat (19/6) malam. Akibat kejadian tersebut, Veri mengalami luka bakar serius hingga 80 persen dan sempat dirawat di RSUD dr. Haryoto Lumajang sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir pada Minggu pagi.

Tragedi Semeru: Penambang Tewas, Bupati Lumajang Bertindak Tegas!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Aktivitas penambangan pasir di kawasan Gunung Semeru perlu memperhatikan batas waktu operasional yang aman," tegas Indah dalam keterangannya di Lumajang, Minggu (21/6), seperti dikutip dari Antara. Ia menjelaskan bahwa pembatasan waktu operasional ini merupakan langkah mitigasi yang krusial untuk mengurangi risiko yang dapat timbul akibat perubahan kondisi alam di kawasan aliran material vulkanik yang sangat dinamis.

Menurut Indah, aktivitas penambangan sebaiknya dihindari hingga malam hari karena kondisi lapangan pada waktu tersebut cenderung lebih sulit dipantau. Selain itu, dinamika kawasan Semeru dapat berubah sewaktu-waktu, baik karena faktor cuaca ekstrem, pergerakan material vulkanik, maupun potensi aliran lahar dingin saat hujan deras terjadi di wilayah hulu.

"Kami terus mengingatkan agar aktivitas penambangan memperhatikan waktu operasional yang aman. Hal itu penting agar para penambang memiliki ruang keselamatan yang lebih baik saat bekerja di kawasan rawan bencana Semeru," lanjutnya.

Penerapan jam operasional yang lebih tertib, lanjut Indah, akan sangat membantu penambang dalam melakukan pemantauan kondisi lapangan secara lebih optimal. Hal ini juga memudahkan respons cepat apabila muncul informasi kebencanaan dari pihak berwenang. "Aktivitas penambangan pada siang hingga sore hari memberikan peluang yang lebih baik bagi penambang untuk mengenali perubahan kondisi di lapangan, dibandingkan jika kegiatan dilakukan pada malam hari ketika visibilitas menurun dan potensi bahaya lebih sulit terdeteksi secara cepat," ujarnya.

Pemerintah daerah berkomitmen mendorong seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas penambangan, mulai dari penambang, koordinator lapangan, hingga pemerintah desa, untuk bersama-sama membangun kedisiplinan terhadap jam operasional. Hal ini dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari budaya kerja yang aman.

"Pembatasan waktu operasional itu bukan untuk menghambat mata pencarian masyarakat, tetapi untuk memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan dengan memperhatikan keselamatan penambang dan warga di sekitarnya," pungkas Indah. Ia menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas ekonomi di kawasan rawan bencana Semeru.

Pemkab Lumajang akan terus melakukan sosialisasi dan penguatan komunikasi dengan masyarakat penambang agar imbauan terkait jam operasional aman dapat dipahami dan dijalankan secara konsisten di lapangan. Melalui kedisiplinan terhadap waktu operasional, peningkatan kewaspadaan, dan kepatuhan terhadap imbauan keselamatan, diharapkan aktivitas penambangan di kawasan Semeru dapat berlangsung lebih aman, terukur, dan bertanggung jawab.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer