Chapnews – Nasional – Sebuah penemuan mengejutkan menggemparkan area Terminal 1 Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (24/6). Sesosok mayat perempuan ditemukan tak bernyawa di dalam sebuah mobil Toyota Innova hitam berpelat merah, yang belakangan diketahui merupakan kendaraan dinas. Identitas korban akhirnya terkuak, membenarkan dugaan bahwa ia adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan.
Mobil dinas dengan nomor polisi M 1090 GP tersebut menjadi tempat kejadian perkara penemuan jenazah RJS (50). Korban diketahui menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan. chapnews.id melaporkan bahwa penemuan ini memicu penyelidikan intensif dari pihak berwajib.

Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, membenarkan identitas RJS. Ia menjelaskan kronologi hilangnya korban, yang terakhir kali terlihat berangkat bekerja pada Kamis (18/6). Saat itu, RJS sempat berpamitan kepada anaknya bahwa ia kemungkinan baru akan pulang pada Sabtu (20/6) karena ada agenda rapat. Namun, korban tidak merinci lokasi atau detail kegiatan rapat tersebut kepada anggota keluarganya.
Menurut Risang, RJS selama ini tinggal bersama anaknya yang sudah dewasa di sebuah perumahan dekat kompleks Pemkab Bangkalan. Sementara itu, suaminya yang sedang dalam kondisi kurang sehat tinggal di Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan. Pertemuan terakhir korban dengan suaminya terjadi pada 4 Juni 2020. Risang menegaskan bahwa komunikasi keluarga berjalan normal dan tidak ditemukan adanya konflik rumah tangga atau permasalahan lain yang mencolok dalam kehidupan korban sehari-hari.
Keluarga mulai merasakan kejanggalan ketika RJS sulit dihubungi pada Sabtu sore, padahal pada pagi harinya ia masih sempat berkomunikasi dengan anaknya. Telepon seluler korban tiba-tiba tidak aktif, sebuah perilaku yang tidak biasa dilakukan RJS. Sebelum menghilang, keluarga juga sempat mengetahui status WhatsApp korban yang mengindikasikan dirinya berada di kawasan Batu atau Malang, Jawa Timur, namun informasi ini tidak pernah disampaikan langsung kepada keluarga.
Karena tidak kunjung ada kabar, keluarga berupaya melakukan pencarian ke sejumlah kerabat dan kenalan pada Minggu (21/6). Mereka bahkan telah berencana untuk melaporkan kehilangan RJS ke polisi pada Selasa (24/6). Namun, sebelum laporan tersebut dibuat, kabar duka mengenai penemuan jenazah RJS telah lebih dulu diterima oleh keluarga.
Manajemen Bandara Internasional Juanda, melalui General Manager Muhammad Tohir, menyatakan dukungan penuh terhadap proses investigasi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum. Di sisi lain, Wakil Bupati Bangkalan, Fauzan Jakfar, menegaskan bahwa pihaknya langsung menerjunkan tim khusus ke lokasi kejadian di Sidoarjo untuk melakukan verifikasi dan memastikan keabsahan status kendaraan dinas tersebut.
Fauzan menambahkan, meskipun konfirmasi mengenai kepemilikan mobil dinas dari instansi terkait sudah mulai terang, Pemkab Bangkalan hingga kini masih menunggu perkembangan dari kepolisian dan belum mendapatkan data menyeluruh mengenai penyebab pasti kematian RJS. Keluarga korban juga masih menantikan hasil penyelidikan aparat kepolisian untuk mengungkap misteri di balik kematian ASN tersebut.


