Oleh: Feby Novalius, Jurnalis – Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:05 WIB
Chapnews – Ekonomi – Pasar saham Indonesia mengakhiri pekan perdagangan pendek 22-26 Juni 2026 dengan sentimen negatif yang cukup kuat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat koreksi signifikan sebesar 4,55 persen, menutup pekan di level 5.896. Pelemahan ini turut menyeret sejumlah saham emiten dari berbagai sektor ke zona merah, bahkan beberapa di antaranya mengalami penurunan harga yang sangat drastis.

Bursa Efek Indonesia (BEI) merilis data mengenai sepuluh saham dengan kinerja terburuk atau "top losers" selama periode tersebut. Tekanan jual yang masif dan sentimen pasar yang kurang kondusif menjadi pemicu utama anjloknya harga saham-saham ini. Penurunan yang terjadi bervariasi, namun ada yang mencapai lebih dari seperempat nilai sahamnya dalam waktu singkat.
Puncak daftar saham dengan kinerja terburuk pekan ini diduduki oleh PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). Saham emiten energi ini anjlok drastis hingga 25,45 persen, membuat harganya melorot dari Rp1.395 menjadi Rp1.040 per saham. Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap prospek perusahaan atau kondisi pasar secara umum yang menekan sektor terkait.
Tidak hanya ENRG, beberapa emiten lain juga mengalami tekanan serupa, menunjukkan bahwa pelemahan pasar kali ini cukup merata. Bahkan, saham seperti PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) yang berada di urutan kesepuluh daftar ini, juga menyusut 18,93 persen, dari Rp1.690 menjadi Rp1.370.
Berdasarkan statistik resmi dari BEI yang dihimpun chapnews.id pada Sabtu (27/6/2026), berikut adalah daftar lengkap 10 saham penghuni top losers sepanjang pekan ini:
- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) merosot 25,45 persen ke Rp1.040.
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menyusut 24,55 persen ke Rp498.
- PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) melemah 23,13 persen ke Rp206.
- PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) tergelincir 21,59 persen ke Rp276.
- PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) tertekan 21,21 persen ke Rp520.
- PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) terkoreksi 20,63 persen ke Rp500.
- PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) melemah 19,38 persen ke Rp5.200.
- PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) tergelincir 19,23 persen ke Rp126.
- PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) turun 19,05 persen ke Rp153.
- PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) menurun 18,93 persen ke Rp1.370.
Kondisi pasar yang bergejolak ini tentu menjadi perhatian serius bagi para investor. Analisis mendalam terhadap fundamental perusahaan dan sentimen pasar global maupun domestik menjadi krusial untuk mengambil keputusan investasi yang tepat. chapnews.id akan terus menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya, memberikan wawasan mendalam tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.


