Ads - After Header

Dunia Krisis Pangan, Indonesia Justru Panen Raya Beras!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Di tengah bayang-bayang krisis pangan global yang disebabkan oleh perubahan iklim ekstrem dan fluktuasi harga pupuk internasional, Indonesia tampil sebagai anomali positif. Sektor pertanian nasional menunjukkan ketahanan luar biasa dengan ketersediaan pupuk bersubsidi yang terjamin dan peningkatan signifikan dalam produksi beras.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan ini terletak pada kebijakan pemerintah yang pro-petani. "Ketika banyak negara berjuang dengan kelangkaan dan mahalnya pupuk, pemerintah Indonesia justru menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen. Ini memastikan pupuk mudah diakses petani, dan menjadi alasan utama mengapa produksi pangan kita terus meningkat," jelas Amran di Jakarta, Minggu (28/6/2026).

Dunia Krisis Pangan, Indonesia Justru Panen Raya Beras!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Keberpihakan pemerintah terhadap petani ini bukan sekadar retorika. Laporan Food Outlook FAO edisi Juni 2026 mengukuhkan posisi Indonesia sebagai produsen beras terbesar di Asia Tenggara dan keempat di dunia. FAO memproyeksikan produksi beras Indonesia mencapai sekitar 38,6 juta ton. Angka ini kontras dengan proyeksi global yang menunjukkan penurunan produksi beras sekitar 1,6 persen akibat cuaca ekstrem dan gangguan pasokan di berbagai negara produsen utama. Kondisi ini menegaskan kemampuan Indonesia dalam menjaga stabilitas produksi pangan di saat negara lain menghadapi tekanan berat.

Lebih lanjut, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Andi Nur Alam Syah, menjamin bahwa pasokan pupuk bersubsidi akan memadai hingga musim tanam berikutnya. "Per 25 Juni 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai 54,28 persen dari total alokasi nasional 9,55 juta ton. Ini berarti masih ada sekitar 45,72 persen atau kurang lebih 5,1 juta ton pupuk bersubsidi yang siap didistribusikan kepada petani di seluruh Indonesia," terang Nur Alam. Ia menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk memastikan kelancaran distribusi agar pupuk tersedia tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran. Dengan demikian, ketahanan pangan nasional tetap terjaga di tengah gejolak global.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer