Mantan Wali Kota Solo itu menekankan bahwa jabatan tertinggi di negeri ini tidak mengubah jati dirinya. "Aku masih seperti yang dulu, masih orang kampung, masih orang desa," ujar Jokowi, disambut riuh tepuk tangan hadirin. Ia menambahkan, kehadirannya di Provinsi Lampung, khususnya di lingkungan pondok pesantren, adalah bagian dari "dunia dan lingkungannya" yang tak pernah ia tinggalkan.
Kunjungan ini, menurut Jokowi, bukan hanya sekadar memenuhi undangan dari Kiai Imam Suhadi selaku pengasuh pondok pesantren. Lebih dari itu, ia ingin membalas kerinduan warga Lampung yang kerap berkunjung ke kediaman pribadinya di Kampung Sumber, Solo. "Setiap minggu, banyak sekali warga Lampung yang datang ke rumah saya. Mereka bahkan menyampaikan, ‘Pak, ini yang mau ikut banyak, Pak, tapi bisnya enggak muat’," ungkap Jokowi, menunjukkan kedekatan emosionalnya dengan rakyat.

Selain itu, kunjungan ini juga menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat dari berbagai penjuru Provinsi Lampung. "Sekaligus bersilaturahmi dengan seluruh warga Lampung, baik yang ada di Lampung Tengah, Mesuji, Pesawaran, Tulang Bawang, Kota Bandar Lampung, dan kabupaten lain yang belum sempat saya kunjungi karena keterbatasan waktu," jelasnya.
Kunjungan ke Pondok Pesantren Nurul Qodiri ini sekaligus menandai berakhirnya safari tiga hari Jokowi di Bumi Ruwa Jurai. Sejak 26 Juni, Presiden telah menjalani serangkaian agenda padat, mulai dari menghadiri konsolidasi Rakorda PSI di Kabupaten Mesuji, Tulang Bawang, dan Kota Bandar Lampung, menerima gelar adat "Baginda Pemuka Bangsa" dari lima kerajaan adat Lampung, bertemu relawan, tokoh adat, pelaku UMKM Maliosewu, hingga bersilaturahmi dengan masyarakat di berbagai daerah.
Menutup rangkaian kegiatannya, Jokowi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas sambutan hangat yang diterimanya. "Sekali lagi saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan mohon maaf apabila ada hal yang kurang berkenan di hati bapak ibu sekalian," pungkasnya, sebelum bertolak kembali ke Solo melalui Bandara Radin Inten II, Lampung Selatan.

