Ads - After Header

Terungkap! Cuaca Panas Picu Neraka Api di TPA Tangerang

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mengindikasikan bahwa suhu panas ekstrem menjadi pemicu utama kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin. Insiden yang mengkhawatirkan ini dilaporkan terjadi pada Selasa, 30 Juni, sekitar pukul 11.00 WIB, di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Hingga sore hari, kobaran api masih terus merajalela, memaksa petugas pemadam kebakaran untuk berjibaku tanpa henti guna mencegah api meluas ke area lainnya.

Achmad Taufik, Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, menjelaskan bahwa akumulasi sampah yang telah menumpuk selama bertahun-tahun di TPA tersebut mengandung gas metana. Gas inilah yang diduga kuat menjadi "bahan bakar" utama saat terpapar suhu panas yang sangat tinggi. "Tumpukan sampah yang sudah bertahun-tahun itu mengandung gas metana. Apabila sudah panas yang ekstrem, maka gas itu bisa menjadi api," terang Taufik di lokasi kejadian, menggambarkan potensi bahaya yang tersembunyi di balik gunungan limbah.

Terungkap! Cuaca Panas Picu Neraka Api di TPA Tangerang
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Untuk mengatasi bencana ini, BPBD Kabupaten Tangerang telah mengerahkan kekuatan penuh, melibatkan 10 unit mobil pemadam kebakaran dan 45 personel. Mereka terus berjuang memadamkan api yang melalap habis gunungan sampah di kawasan TPA tersebut.

Namun, upaya pemadaman tidak berjalan mulus. Taufik mengungkapkan sejumlah tantangan serius yang dihadapi timnya. Embusan angin yang cukup kencang menjadi salah satu faktor yang mempercepat laju penyebaran api. Selain itu, medan berupa tumpukan sampah yang menyerupai gunung menyulitkan mobil pemadam untuk menjangkau titik-titik api secara efektif. Asap pekat yang membumbung tinggi juga menjadi hambatan serius, mengganggu jarak pandang dan keselamatan petugas di lapangan.

"Kalau untuk suplai air kita tidak terkendala, hanya medannya saja cukup sulit karena timbunan sampah ini seperti gunung, mobil kami tidak bisa menjangkau sampai ke titik api," jelas Taufik, menyoroti bahwa ketersediaan air bukan masalah, melainkan akses ke pusat kebakaran.

Menanggapi situasi yang terus berkembang, Taufik menyatakan bahwa koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) maupun BPBD di daerah sekitar akan dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan. "Bisa dimungkinkan kita meminta bantuan, kita lihat situasi sementara ini. Tetapi kalau unitnya sama, sebetulnya mobil kita sudah cukup, hanya medannya yang cukup sulit," pungkas Taufik, mengisyaratkan bahwa bantuan eksternal akan dipertimbangkan jika tantangan medan terus menghambat proses pemadaman secara signifikan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer