Chapnews – Ekonomi – Jakarta – Kabar gembira menyelimuti sektor industri nasional setelah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi mengumumkan penurunan harga gas industri yang signifikan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menetapkan harga baru gas industri menjadi USD13 per Million British Thermal Units (MMBTU), jauh lebih rendah dari sebelumnya yang berkisar antara USD20 hingga USD23 per MMBTU. Keputusan strategis ini diambil menyusul arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto, menandai komitmen pemerintah untuk memperkuat daya saing industri dalam negeri.
"Jadi kita sudah memutuskan untuk LNG industri harganya USD13 per MMBTU," tegas Bahlil, seperti dikutip dari chapnews.id.

Kementerian ESDM menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar penyesuaian harga, melainkan bagian integral dari upaya pemerintah untuk menjaga keberlanjutan sektor industri, memberikan kepastian berusaha bagi para pelaku usaha, serta memastikan bahwa pengelolaan sumber daya gas bumi nasional dapat secara optimal mendukung ketahanan energi dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Bahlil menambahkan, "Kami berpandangan memastikan keberlanjutan lapangan pekerjaan itu merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah." Pernyataan ini menggarisbawahi fokus pemerintah pada dampak sosial ekonomi dari kebijakan tersebut, yang diharapkan dapat melindungi dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja.
Penurunan harga gas industri ini juga mendapat sambutan positif dari parlemen. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan apresiasinya terhadap langkah pemerintah yang dinilai pro-industri dan berpotensi memberikan dorongan signifikan bagi perekonomian nasional di tengah tantangan global. Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif dan mempercepat laju pertumbuhan industri manufaktur di Indonesia.


