Chapnews – Ekonomi – Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis yang signifikan dengan mengumumkan pengaktifan kembali Bandara Husein Sastranegara di Bandung untuk melayani penerbangan komersial berjadwal. Keputusan ini, yang akan mulai berlaku pada 17 September 2026, datang seiring dengan penegasan fokus baru bagi Bandara Kertajati, yang kini diarahkan menjadi pusat industri penerbangan, khususnya di bidang perawatan pesawat.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menegaskan bahwa kembalinya operasional Bandara Husein tidak akan mengurangi komitmen pemerintah dalam mengembangkan Bandara Kertajati sebagai salah satu simpul penting dalam jaringan aviasi nasional. "Kita fokusnya supaya bandara itu bisa beroperasi secara optimal," ujar Dudy, menggarisbawahi visi pemerintah untuk memaksimalkan potensi kedua bandara dengan peran yang saling melengkapi.

Optimalisasi Bandara Kertajati kini tidak lagi semata-mata bergantung pada lalu lintas penumpang. Sebaliknya, bandara yang berlokasi di Majalengka ini diarahkan untuk menjadi pusat berbagai kegiatan industri penerbangan. Salah satu sektor yang paling didorong adalah pengembangan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) atau perawatan pesawat, yang diharapkan mampu menarik investasi besar dan menciptakan ekosistem aviasi yang kuat.
Saat ini, aktivitas perawatan pesawat di Bandara Kertajati telah berjalan, dengan kontribusi signifikan dari GMF AeroAsia. Pemerintah membuka lebar peluang bagi pengembangan aktivitas aviasi lainnya, memastikan pemanfaatan bandara tersebut semakin maksimal dan beragam. Dengan demikian, Kertajati diproyeksikan tidak hanya sebagai gerbang udara, tetapi juga sebagai "bengkel raksasa" dan pusat inovasi bagi industri penerbangan di masa depan.

