Ads - After Header

Panen Raya di Depan Mata! Pandeglang Kunci Swasembada Pangan Banten

Ahmad Dewatara

Oleh: Tim Redaksi chapnews.id – Minggu, 05 Juli 2026

Chapnews – Ekonomi – Kabupaten Pandeglang, Banten, kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu lumbung padi strategis nasional. Pada tanggal 3 Juli 2026, wilayah ini menjadi titik sentral pelaksanaan Gerakan Tanam Padi Serentak Nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian, mencakup optimasi lahan (Oplah) dan cetak sawah rakyat (CSR) seluas 50.000 hektare secara nasional.

Panen Raya di Depan Mata! Pandeglang Kunci Swasembada Pangan Banten
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Inisiatif masif ini merupakan upaya krusial pemerintah untuk mengakselerasi peningkatan produksi padi, mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian, serta memperkuat fondasi ketahanan pangan demi mencapai swasembada pangan berkelanjutan di masa depan.

Gerakan tanam serentak yang melibatkan 20 provinsi ini berpusat di Desa Bulupayung, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut dikoordinasikan langsung oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti. Dalam sambutannya, Idha menekankan pentingnya percepatan musim tanam untuk mendongkrak produksi padi dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Di Provinsi Banten, fokus gerakan ini dialihkan ke Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang. Melalui Gerakan Tanam Padi Bersama di lahan Oplah Non Rawa, kegiatan ini dipimpin oleh Eko Nugroho Dharmo Putro, yang menjabat sebagai Kepala Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian sekaligus Plt. Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluhtan) dan Penanggung Jawab Brigade Pangan Provinsi Banten. Kolaborasi erat antara pemerintah pusat, daerah, para penyuluh pertanian, dan Brigade Pangan menjadi pilar utama keberhasilan program ini.

Eko Nugroho dengan bangga menyampaikan bahwa Provinsi Banten telah melampaui target pembentukan Brigade Pangan yang ditetapkan Kementerian Pertanian untuk tahun 2025. Dari target awal 39 Brigade Pangan yang tersebar di Kabupaten Pandeglang dan Lebak, Banten berhasil membentuk 41 Brigade Pangan, mencapai 105,13 persen dari target yang diharapkan.

Sebanyak 41 Brigade Pangan tersebut kini mengelola total lahan Oplah Non Rawa seluas 8.000 hektare. Rinciannya, 4.800 hektare berada di Kabupaten Pandeglang, menegaskan peran vital daerah ini, dan 3.200 hektare lainnya di Kabupaten Lebak. Angka ini bukan hanya sekadar statistik, melainkan cerminan nyata komitmen Banten dalam mendukung visi ketahanan pangan nasional dan menjadikan Pandeglang sebagai ujung tombak produksi padi di wilayah tersebut.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer