Chapnews – Ekonomi – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa afirmasi Sovereign Credit Rating Republik Indonesia oleh S&P Global Ratings pada level BBB (jangka panjang) dan A-2 (jangka pendek) dengan outlook Stabil, merupakan indikasi kuat bahwa fundamental ekonomi nasional tetap kokoh. Pernyataan ini disampaikan Airlangga menanggapi publikasi terbaru dari lembaga pemeringkat global tersebut.
Menurut Airlangga, keputusan S&P ini mencerminkan adanya kepercayaan signifikan dari komunitas internasional terhadap arah kebijakan ekonomi yang ditempuh oleh Pemerintah Indonesia. Di tengah gejolak global yang terus meningkat, Indonesia berhasil mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi di kisaran 5%, menjaga disiplin fiskal dengan defisit di bawah 3% dari PDB, serta memperkuat tata kelola sektor sumber daya alam. Hal ini, lanjutnya, mengirimkan sinyal positif yang jelas bagi para investor mengenai soliditas fundamental ekonomi Indonesia.

Dalam laporan risetnya yang bertajuk "Indonesia Ratings Affirmed At ‘BBB/A-2’; Outlook Stable", S&P Global Ratings secara resmi kembali mengafirmasi peringkat kredit Indonesia. Afirmasi ini mengukuhkan posisi Indonesia dalam kategori investment grade, sebuah pengakuan atas ketahanan perekonomian nasional di tengah berbagai tekanan, termasuk dinamika geopolitik global, fluktuasi harga komoditas, dan pengetatan kondisi keuangan dunia.
S&P dalam analisisnya menilai bahwa peringkat Indonesia didukung oleh prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat, kebijakan makroekonomi yang dijalankan secara prudent, serta beban utang eksternal neto dan utang pemerintah yang relatif ringan jika dibandingkan dengan negara-negara sejenis.
Lebih lanjut, lembaga pemeringkat tersebut memproyeksikan bahwa perekonomian Indonesia akan terus tumbuh sekitar 5 persen per tahun dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Secara spesifik, S&P memproyeksikan pertumbuhan riil sebesar 5,1 persen pada tahun 2026 dan rata-rata 4,9 persen untuk periode 2026 hingga 2029.


