Chapnews – Ekonomi – Pemerintah Indonesia tengah serius menyiapkan sejumlah ruas jalan tol strategis di berbagai wilayah untuk berfungsi ganda sebagai landasan pendaratan jet tempur dalam kondisi darurat. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan nasional, dengan beberapa uji coba yang telah sukses dilaksanakan dan lebih banyak lagi yang akan menyusul.
Langkah progresif ini telah dimulai dengan uji coba pendaratan jet tempur di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka). Keberhasilan uji coba awal tersebut membuka jalan bagi pengembangan lebih lanjut. Pemerintah juga berencana melakukan uji coba di ruas JTTS lainnya, kemungkinan besar di Tol Sigli-Banda Aceh.

Tidak berhenti di Sumatera, rencana ekspansi uji coba juga akan merambah ke pulau Jawa. Menurut Direktur Operasi III Hutama Karya, Dody Hanggodo, dua ruas tol di Jawa sedang dalam persiapan untuk skenario serupa.
"Terus kemudian Situbondo di (Tol) Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) itu sedang kita siapkan," ungkap Dody Hanggodo di Jakarta, seperti dikutip chapnews.id.
Selain Prosiwangi, Dody juga menyebutkan bahwa Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) 2 Selatan menjadi kandidat lain di Pulau Jawa yang akan diuji coba untuk pendaratan jet tempur darurat.
"Ada beberapa ruas jalan tol yang memang kita diamanatkan untuk bisa dipakai pendaratan jet tempur manakala dalam kondisi darurat," tambahnya, menegaskan mandat pemerintah terkait fungsi strategis jalan tol ini.
Lebih lanjut, Dody menjelaskan bahwa keberhasilan uji coba ini tidak hanya meningkatkan kapabilitas pertahanan negara, tetapi juga berpotensi menaikkan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) jalan tol tersebut, menandakan standar keamanan dan fungsionalitas yang lebih tinggi. Ini menunjukkan bahwa jalan tol tersebut memenuhi standar ketat untuk berbagai keperluan, termasuk situasi genting.

