Chapnews – Ekonomi – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahannya untuk memastikan pemerataan akses listrik hingga ke pelosok desa di seluruh Indonesia. Prioritas utama ini akan diwujudkan melalui percepatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berskala besar dengan kapasitas mencapai 100 gigawatt. Untuk membahas strategi vital ini, Presiden Prabowo memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam sebuah pertemuan penting di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa malam, 28 Juli 2026.
Dalam diskusi tersebut, Presiden Prabowo dan Menteri Bahlil mendalami sejumlah program strategis di sektor energi. Fokus utama pembahasan meliputi upaya akselerasi pemerataan akses listrik di seluruh desa, pengembangan energi baru terbarukan (EBT) secara masif, serta penguatan ketahanan pasokan energi nasional demi keberlanjutan dan kemandirian energi.

Usai pertemuan, Menteri Bahlil Lahadalia memberikan keterangan kepada awak media, menguraikan kemajuan signifikan dalam program listrik desa. Ia mengungkapkan bahwa inisiatif ini telah berhasil menjangkau lebih dari 1.400 desa di berbagai wilayah Indonesia yang sebelumnya belum teraliri listrik.
"Kita tahu bahwa dari total desa yang kita belum ada listrik itu ada kurang lebih sekitar 11.000, dan alhamdulillah di tahun 2025 programnya sudah selesai sekitar 1.400 lebih," jelas Bahlil, seperti dikutip dari laporan chapnews.id. Pernyataan ini menunjukkan progres nyata dalam upaya menerangi daerah-daerah terpencil.
Lebih lanjut, terkait dengan agenda pengembangan energi baru terbarukan, Menteri Bahlil menyampaikan kabar gembira mengenai proyek PLTS 100 gigawatt. Ia mengumumkan bahwa implementasi proyek raksasa ini akan segera memasuki tahap pembangunan fisik, ditandai dengan peluncuran groundbreaking perdana dalam waktu dekat.
"Yang kedua, kami juga membahas tentang implementasi daripada PLTS 100 gigawatt yang insyaallah dalam waktu dekat akan ditandai peluncuran groundbreaking pertama. Jadi ini langsung sudah jalan menyangkut dengan PLTS, dan tahap pertama sudah disetujui untuk bisa dilaksanakan," ungkap Bahlil, menandaskan kesiapan pemerintah untuk memulai revolusi energi bersih di tanah air.

