Chapnews – Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan memiliki potensi kuat untuk menembus level 8.000 pada akhir tahun ini, sebuah pandangan optimis yang kontras dengan bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global. Head of Research DBS Indonesia, William Simadiputra, mengungkapkan bahwa keyakinan ini didasari oleh tiga pilar utama: pertumbuhan laba emiten, status indeks global, serta asumsi indikator makroekonomi yang mendukung.
"Target IHSG kami di level 8.000 memang tergolong non-konsensus. Kami cenderung lebih bullish dibandingkan pasar maupun konsensus secara umum karena didasari oleh tiga faktor utama," ujar William dalam Media Briefing DBS Institutional Forum, seperti dikutip dari chapnews.id.

Faktor pertama yang menjadi penopang adalah kinerja fundamental emiten domestik yang tetap solid. Laba bersih emiten tercatat tumbuh 7,5% secara year-on-year pada kuartal I dan 4,8% pada kuartal berikutnya. William menjelaskan, valuasi IHSG saat ini berada pada rasio price to earnings (P/E) 9 kali, yang mengindikasikan kondisi oversold. Sementara itu, target 8.000 mencerminkan valuasi 13 kali P/E, atau minus satu standar deviasi dari rata-rata 10 tahun terakhir.
"Hal ini memberikan keyakinan kepada kami bahwa terlepas dari berbagai kekhawatiran di tingkat makro, selama emiten mampu membukukan kinerja laba yang solid, penilaian valuasinya akan kembali menyesuaikan," tambahnya.
Selanjutnya, faktor kedua adalah keputusan MSCI yang mempertahankan Indonesia dalam klasifikasi Emerging Market. Langkah strategis ini dinilai krusial untuk membendung potensi tekanan aksi jual (sell-off) lebih lanjut dari aliran dana pasif (passive funds), memberikan stabilitas bagi pasar modal domestik di tengah gejolak global.
Terakhir, asumsi indikator makroekonomi juga menjadi landasan optimisme DBS. Meskipun detailnya tidak disebutkan secara spesifik dalam kesempatan tersebut, William menggarisbawahi bahwa stabilitas atau perbaikan kondisi makroekonomi global dan domestik turut menjadi pertimbangan penting dalam proyeksi ambisius ini. Kombinasi ketiga faktor ini membentuk dasar keyakinan DBS bahwa IHSG masih memiliki ruang untuk mencapai level 8.000, menantang pandangan pasar yang lebih konservatif.


