Chapnews – Ekonomi – Dunia keuangan Indonesia dikejutkan oleh kabar pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, yang terjadi secara tak terduga. Peristiwa ini sontak menarik perhatian publik dan memicu spekulasi mengenai sosok yang akan memimpin bank sentral di tengah tantangan ekonomi global dan domestik.
Keterkejutan serupa juga diungkapkan oleh Senior Economist DBS Bank, Radhika Rao. Ia mengaku sangat terkejut dengan keputusan mendadak ini, mengingat tidak ada indikasi sebelumnya, bahkan setelah rapat Dewan Gubernur BI baru saja usai pekan lalu. "Ini merupakan perkembangan yang sangat mengejutkan. Saya rasa tidak ada yang memprediksinya, terlebih karena rapat Bank Sentral baru saja digelar pekan lalu. Saya juga sempat mengikuti analyst call yang saat itu dipimpin langsung oleh beliau, sehingga kabar ini benar-benar tidak disangka," ujar Radhika dalam Media Briefing DBS Institutional Forum 2026, Rabu (29/7/2026), seperti dikutip dari chapnews.id.

Untuk menenangkan pasar dan meredam potensi gejolak, Destry Damayanti telah ditunjuk sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI. Penunjukan ini dipandang strategis untuk menjaga stabilitas di tengah dinamika ketidakpastian global dan domestik yang sedang berlangsung.
Para pelaku pasar dan pengamat berharap, pimpinan BI yang baru nantinya mampu menjadi manajer risiko yang independen dan cakap dalam menavigasi kebijakan moneter. Sosok tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan di Indonesia dengan integritas tinggi.
Radhika menambahkan, pengalaman Destry Damayanti yang mumpuni di Bank Indonesia serta rekam jejaknya di berbagai lembaga regulator dipandang sebagai fondasi kuat. Hal ini krusial dalam mengawal kebijakan moneter dan menjaga kepercayaan pasar di masa transisi ini, memastikan roda perekonomian tetap berjalan stabil.

