Ads - After Header

GoTo Tetap Cuan Besar Meski Dihantam Regulasi Baru!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo), konglomerat teknologi yang menaungi layanan Gojek dan GoPay, kembali menunjukkan ketangguhannya dengan membukukan laba bersih pada kuartal II-2026. Pencapaian impresif ini diraih di tengah dinamika industri ride-hailing yang memasuki babak baru, menyusul implementasi kebijakan komisi 8 persen yang mulai berlaku sejak 1 Juli 2026.

Dalam laporan keuangannya, GoTo mencatatkan laba bersih sebesar Rp252 miliar untuk periode April-Juni 2026, sebuah peningkatan signifikan sebesar 47 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Tidak hanya itu, pendapatan bersih grup juga mengalami pertumbuhan solid sebesar 31 persen secara tahunan (year-on-year), mencapai angka Rp5,7 triliun.

GoTo Tetap Cuan Besar Meski Dihantam Regulasi Baru!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, mengakui bahwa perusahaan harus melakukan serangkaian penyesuaian strategis. Hal ini mengingat layanan angkutan roda dua memiliki kontribusi sekitar 7 persen terhadap total pendapatan bersih grup. Meskipun demikian, Hans menegaskan bahwa GoTo berhasil mempertahankan stabilitas kondisi bisnisnya di tengah perubahan tersebut.

"Dampak penuh dari perubahan komisi ini memang baru akan terlihat pada laporan keuangan kuartal ketiga. Namun, setelah satu bulan berjalan, kami melihat kondisi bisnis tetap stabil. Penyesuaian ini tentu tidak mudah, tetapi kami optimistis mampu mengatasi dampaknya," ujar Hans dalam keterangan resminya yang diterima chapnews.id pada Rabu (29/7/2026).

Sebagai konsekuensi dari kebijakan komisi 8 persen, perseroan memutuskan untuk merevisi pedoman kinerja lini bisnis On-demand Services (yang mencakup layanan angkutan roda dua, roda empat, serta layanan pengiriman). Target sebelumnya yang berada di kisaran Rp1,7-1,8 triliun kini diturunkan menjadi Rp1,4-1,5 triliun.

Meski demikian, GoTo berhasil mempertahankan pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh, yakni tetap di angka Rp3,2-2,4 triliun. Strategi ini dicapai melalui peningkatan pedoman kinerja lini bisnis teknologi keuangan GoPay. Target GoPay dinaikkan secara substansial dari Rp1,4-1,5 triliun menjadi Rp1,7-1,8 triliun, menunjukkan potensi besar di segmen tersebut.

Lebih lanjut, di tengah ketidakpastian yang melanda industri ride-hailing, lini bisnis On-Demand-Service GoTo masih menunjukkan pertumbuhan positif. Pada kuartal II-2026, Gross Transaction Value (GTV) lini bisnis ini tercatat naik 2,0 persen secara tahunan, mencapai Rp16,7 triliun. Kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ini berasal dari segmen affluent market, atau para pengguna dengan tingkat pengeluaran yang sangat tinggi.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer