Ads - After Header

Emas Meroket! Ini Cara Orang Kaya Raup Dana Miliaran!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Di tengah gejolak ekonomi global dan kenaikan harga emas ke rekor tertinggi, para individu berpenghasilan tinggi (High Net Worth Individuals/HNWI) dan pemilik bisnis kini memiliki strategi cerdas untuk mengamankan modal kerja tanpa harus melepas aset berharga mereka. Situasi ini muncul saat Indonesia menunjukkan ketahanan ekonomi yang solid, dibuktikan dengan peringkat kredit BBB stabil dari S&P, namun diiringi oleh inflasi inti yang dipicu lonjakan harga komoditas safe haven seperti emas dan logam mulia.

Kenaikan signifikan harga emas perhiasan dan logam mulia ini, yang mencapai puncaknya di pertengahan tahun 2026, bertepatan dengan masa evaluasi keuangan semester pertama bagi banyak perusahaan. Ini menciptakan dilema bagi para pengusaha dan HNWI yang membutuhkan likuiditas tambahan untuk operasional atau ekspansi di paruh kedua tahun ini, namun enggan menjual aset-aset premium yang nilainya sedang melonjak.

Emas Meroket! Ini Cara Orang Kaya Raup Dana Miliaran!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Para pakar manajemen kekayaan sepakat bahwa menjual aset yang secara konsisten menunjukkan apresiasi nilai adalah langkah yang kurang bijak. Aset seperti emas batangan, perhiasan emas, dan jam tangan mewah buatan Swiss dari merek-merek prestisius seperti Patek Philippe, Audemars Piguet, atau Rolex, terutama yang berbahan emas kuning atau rose gold, dikenal memiliki daya tahan tinggi terhadap inflasi. Melepasnya hanya untuk memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek berarti mengorbankan potensi keuntungan jangka panjang yang jauh lebih besar.

Menjawab tantangan ini, Direktur Lesca Gadai Premier, Bastian Purnama, menyoroti bahwa kuartal ketiga tahun 2026 merupakan waktu yang sangat strategis bagi nasabah premium untuk merespons lonjakan harga aset safe haven. "Lonjakan harga emas perhiasan dan logam mulia di pasar global saat ini bukan hanya fenomena, melainkan ‘kesempatan emas’ bagi para kolektor dan pengusaha," ungkap Bastian dalam keterangan resminya kepada chapnews.id di Jakarta, Kamis (30/7/2026). "Dengan skema pendanaan berbasis aset (asset-backed lending) yang kami sediakan, mereka dapat mengoptimalkan nilai tersembunyi dari koleksi premium tersebut tanpa harus menjualnya."

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer