JAKARTA – Chapnews – Ekonomi – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) bersama entitas anaknya, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), kembali menunjukkan performa yang impresif di paruh pertama tahun 2026. Perusahaan raksasa makanan dan minuman ini berhasil membukukan penjualan neto konsolidasi fantastis sebesar Rp 65,53 triliun, melonjak 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, di balik capaian pendapatan yang gemilang tersebut, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk justru mengalami penurunan signifikan, terutama akibat gejolak nilai tukar rupiah.
Data keuangan yang dirilis pada Sabtu, 01 Agustus 2026, menunjukkan bahwa penjualan neto Indofood hingga 30 Juni 2026 mencapai Rp 65,53 triliun, meningkat pesat dari Rp 59,84 triliun di semester I-2025. Seiring dengan pertumbuhan pendapatan yang solid, laba usaha perseroan juga ikut terkerek naik 14 persen, dari Rp 11,69 triliun menjadi Rp 13,29 triliun. Marjin laba usaha pun berhasil dipertahankan solid di level 20,3 persen, menandakan efisiensi operasional yang terjaga dengan baik di tengah berbagai tantangan.

Sayangnya, kinerja laba bersih Indofood tidak secerah penjualan dan laba usaha. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat turun 19 persen, dari Rp 5,84 triliun menjadi Rp 4,72 triliun. Penurunan ini secara spesifik disebabkan oleh meningkatnya rugi selisih kurs yang belum terealisasi dari aktivitas pendanaan, imbas dari pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi sepanjang periode tersebut. Fluktuasi mata uang menjadi faktor eksternal yang cukup membebani bottom line perusahaan.
Meski demikian, manajemen Indofood menyoroti kinerja operasional inti yang tetap kuat dan stabil. Core profit, yang mencerminkan laba dari kegiatan operasional utama perusahaan tanpa pengaruh faktor non-operasional seperti selisih kurs, justru meningkat 7 persen menjadi Rp 6,18 triliun, dibandingkan Rp 5,78 triliun pada semester pertama tahun lalu.
Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood, Anthoni Salim, dalam keterangannya, menegaskan bahwa di tengah ketidakpastian global yang masih membayangi, Perseroan mampu membukukan kinerja yang solid. "Kami terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan dan efisiensi operasional, sembari beradaptasi dengan dinamika pasar yang ada," ujarnya, menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus berinovasi dan menjaga stabilitas di masa depan.
Oleh: Taufik Fajar, Jurnalis chapnews.id – Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:30 WIB


