Chapnews – Ekonomi – Sosok di balik kemegahan Mal Kota Kasablanka (Kokas) yang sempat menjadi sorotan publik karena pemasangan pagar tinggi di area depannya kini terkuak. Setelah memicu perdebatan dan kritik, pagar kontroversial tersebut akhirnya dibongkar. Pusat perbelanjaan ikonik di Jakarta ini ternyata dimiliki dan dikelola oleh seorang taipan properti dengan kekayaan fantastis, mencapai belasan triliun rupiah.
Adalah Alexander Tedja, pendiri sekaligus pemegang kendali utama Pakuwon Group, yang menaungi PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), entitas di balik kepemilikan dan pengelolaan Mal Kota Kasablanka. Alexander Tedja bukanlah nama asing di kancah bisnis Indonesia. Ia bahkan pernah tercatat dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes pada tahun 2022, dengan estimasi kekayaan bersih mencapai USD 955 juta. Angka ini, jika dikonversi dengan kurs Rp 18.000 per dolar AS, setara dengan sekitar Rp 17,1 triliun.

Mal Kokas sendiri mulai beroperasi secara resmi pada tanggal 28 Juli 2012 dan diresmikan sebulan kemudian, tepatnya pada 31 Agustus 2012. Pusat perbelanjaan ini merupakan properti keenam yang dimiliki oleh Pakuwon Jati secara keseluruhan, menandai jejak ekspansi signifikan grup tersebut di sektor ritel dan properti.
Kontroversi pagar tinggi di Mal Kokas mencuat setelah mendapatkan perhatian serius dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Pihak manajemen Kokas mengklarifikasi bahwa keputusan pemasangan pagar tersebut merupakan inisiatif dari manajemen lokal dan tidak berasal dari arahan pemegang saham maupun kantor pusat. Alexander Tedja sendiri, dalam keterangan tertulis yang dikutip oleh chapnews.id pada Senin (3/8/2026), memastikan bahwa pagar tersebut akan segera dibongkar.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menyatakan keprihatinannya. Menurutnya, keberadaan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan Ibu Kota, termasuk di Mal Kokas, dapat menciptakan persepsi negatif bahwa Jakarta tidak aman. Pramono menegaskan keinginannya untuk menjadikan Jakarta kota yang aman dan nyaman bagi semua pihak, termasuk para pelaku bisnis yang memiliki properti, perkantoran, hingga mal. Oleh karena itu, ia mengimbau para operator mal untuk tidak memasang pagar tinggi.
"Dan saya akan segera mengoordinasikan untuk menertibkan itu. Sebab, jangan sampai kemudian ini menjadi image bahwa Jakarta sedang tidak baik-baik saja," tegas Pramono saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026). Ia menambahkan bahwa dirinya senantiasa berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk memastikan keamanan di Ibu Kota. "Saya meyakini bahwa Jakarta aman-aman saja," pungkasnya, memberikan jaminan kepada masyarakat dan pelaku usaha.

