Chapnews – Ekonomi – Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, pada Rabu (5/8/2026) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, mengungkapkan bahwa industri alas kaki di Indonesia memiliki prospek yang sangat menjanjikan untuk terus berkembang pesat di masa mendatang. Potensi besar ini didukung oleh kekuatan pasar domestik yang masif, serta akses ekspor yang semakin terbuka lebar bagi produk-produk dalam negeri.
Dalam pidato pembukaan Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2026, Agus dengan tegas menyatakan bahwa sektor tekstil, kulit, dan alas kaki bukanlah industri yang usang atau ketinggalan zaman. "Ini adalah industri masa depan. Bukan sekadar industri biasa, melainkan sektor vital yang menyentuh kehidupan jutaan keluarga Indonesia, sekaligus menjadi representasi citra kita di pasar global," ujar Agus, seperti dikutip dari chapnews.id.

Agus menilai, Indonesia memegang keunggulan kompetitif unik yang jarang dimiliki oleh negara lain. Keunggulan tersebut adalah kemampuan untuk melihat ke dalam (inward looking) melalui pasar domestik yang sangat besar, di saat yang sama juga mampu melihat ke luar (outward looking) dengan penetrasi kuat ke pasar-pasar ekspor.
"Keuntungan kita adalah kita bisa melakukan penetrasi pasar ekspor, namun juga memiliki kekuatan pasar domestik yang luar biasa. Tidak banyak negara di dunia yang memiliki keuntungan ganda ini. Oleh karena itu, pembinaan terhadap sektor persepatuan ini menjadi sangat krusial," imbuhnya.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Agus memaparkan bahwa sektor tekstil dan pakaian jadi saat ini menopang kehidupan lebih dari 3,8 juta tenaga kerja, menjadikannya salah satu penyerap lapangan kerja terbesar di tanah air. Bahkan, pada paruh pertama tahun 2026, nilai ekspor dari sektor ini telah berhasil menembus angka USD 4,85 miliar.

