Ads - After Header

Geger! 1,4 Juta Penerima Bansos Terlibat Judi Online?

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengambil langkah tegas dengan menangguhkan penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada lebih dari 1,49 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Sembako. Penangguhan ini dilakukan setelah adanya indikasi kuat keterlibatan mereka dalam transaksi judi online, berdasarkan hasil pemadanan data yang diterima dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, dalam konferensi pers di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2026), mengungkapkan bahwa total 1.494.652 KPM terindikasi melakukan aktivitas judi daring. "Ada 1.494.652 keluarga penerima manfaat yang terindikasi judi online, berdasarkan data yang kami terima dari PPATK. Hari-hari ini kita sedang menelusuri dan mendalami," ujar Gus Ipul.

Geger! 1,4 Juta Penerima Bansos Terlibat Judi Online?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Dari jumlah fantastis tersebut, sebanyak 794.475 KPM juga tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Penyaluran bantuan kepada mereka kini ditangguhkan sementara sambil menunggu proses verifikasi mendalam yang sedang berlangsung.

Gus Ipul menambahkan bahwa angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan temuan pada tahun 2025, di mana sekitar 600 ribu KPM terindikasi memiliki transaksi terkait judi online. Kemensos kini fokus melakukan penelusuran dan verifikasi lebih lanjut terhadap data ini, dengan target pemetaan hasil pendalaman dapat rampung pada pekan depan. "Kita sekarang sedang telusuri, mungkin minggu depan paling tidak kita sudah punya gambaran lebih jauh tentang hasil penelusuran. Nanti akan kita lihat dan akan kita sampaikan hasilnya," jelasnya.

Lebih lanjut, Kemensos berencana untuk berkolaborasi intensif dengan PPATK dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Kerja sama ini bertujuan untuk memastikan secara akurat apakah para penerima manfaat tersebut terbukti menyalahgunakan bantuan sosial untuk kegiatan ilegal. Proses verifikasi ini juga merupakan bagian integral dari upaya pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) demi memastikan penyaluran bansos benar-benar tepat sasaran dan tidak diselewengkan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer