Ads - After Header

Skandal Grup WA Unesa: 6 Mahasiswa Diskors, PKM Dicabut!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Enam mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) resmi dijatuhi sanksi berat berupa skorsing akademik, bahkan hingga tiga semester, setelah terbukti terlibat dalam kasus kekerasan seksual verbal melalui grup percakapan WhatsApp. Keputusan tegas ini diambil menyusul rekomendasi dari Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) di bawah Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (DPPIS) Unesa.

Sanksi yang dijatuhkan bervariasi, mencerminkan tingkat keterlibatan masing-masing mahasiswa dalam percakapan grup tersebut. Satu individu menerima skorsing terlama, yakni tiga semester, sementara dua mahasiswa lainnya diskors selama dua semester. Tiga mahasiswa sisanya dikenai sanksi skorsing satu semester.

Skandal Grup WA Unesa: 6 Mahasiswa Diskors, PKM Dicabut!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Wakil Rektor Unesa, Martadi, dalam keterangan resminya pada Kamis (13/8), menegaskan bahwa penetapan sanksi ini berlandaskan prinsip keadilan dan proporsionalitas. "Proses penilaian dilakukan secara komprehensif melalui empat aspek utama: perlindungan dan kepentingan korban, aspek yuridis, aspek sosiologis, serta aspek psikologis," ujar Martadi, menekankan pendekatan holistik dalam pengambilan keputusan.

Tak hanya skorsing, Unesa juga memberlakukan sanksi tambahan yang signifikan. Salah satu mahasiswa terlapor harus kehilangan pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) miliknya, yang dibatalkan dan dicabut sebagai konsekuensi langsung dari pelanggaran etika serius ini.

Sebagai bagian dari upaya pembinaan moral dan perbaikan perilaku, para mahasiswa yang dijatuhi sanksi diwajibkan mengikuti program disiplin dan rehabilitasi. Program ini dirancang untuk mencakup sesi konseling wajib, pembinaan spiritual, serta penugasan khusus dari Satgas PPK, dengan tujuan membantu mereka memahami dampak tindakan yang dilakukan, memperbaiki perilaku, dan membangun kembali etika komunikasi serta penghormatan terhadap sesama sivitas akademika.

Di sisi lain, Unesa juga memastikan pendampingan berkelanjutan bagi para korban. Martadi menjelaskan, bagi korban yang berstatus mahasiswa, dukungan ini mencakup aspek akademik guna menjamin kelangsungan studi mereka tanpa hambatan, menegaskan komitmen kampus terhadap perlindungan korban.

Melihat ke depan, Unesa berkomitmen untuk mengintensifkan langkah-langkah mitigasi dan pencegahan. Ini termasuk penguatan literasi anti-kekerasan, edukasi etika komunikasi di ranah digital, serta pengawasan berkala untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman, berintegritas, dan bebas dari kekerasan, baik di ruang luring maupun digital.

Kasus ini pertama kali mencuat dari sebuah grup WhatsApp yang awalnya dibentuk untuk diskusi kegiatan lomba. Namun, kanal komunikasi tersebut kemudian disalahgunakan untuk percakapan tidak etis yang mengarah pada pelecehan seksual verbal, objektifikasi yang bersifat fantasi, bahkan pembuatan konten tak senonoh menggunakan kecerdasan buatan (AI). Insiden ini dilaporkan telah merugikan setidaknya 26 individu, baik mahasiswa maupun dosen, dan melibatkan enam mahasiswa sebagai terlapor utama.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer