Surabaya Mendidih! Damkar Guyur Jalanan, Ini Alasannya
Chapnews – Nasional – Di tengah teriknya musim kemarau yang menyengat, Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Surabaya mengambil inisiatif tak biasa dengan menyemprotkan air ke sejumlah ruas jalan aspal utama. Aksi ini bertujuan mereduksi dampak suhu ekstrem dan paparan debu yang kian mengkhawatirkan di ibu kota Jawa Timur tersebut.

Fenomena ini bukan tanpa alasan. Suhu udara siang hari di Kota Pahlawan itu kerap menembus angka 30 derajat Celsius, memicu kekhawatiran akan bahaya heatstroke bagi para pengguna jalan yang beraktivitas di luar ruangan.
Kepala Bidang Damkar Kota Surabaya, M. Rokhim, mengungkapkan bahwa program penyiraman jalan ini telah berjalan rutin sejak beberapa pekan terakhir. Langkah ini merupakan respons atas banyaknya aduan masyarakat yang merasa terganggu oleh sengatan suhu ekstrem, bahkan hingga munculnya fenomena fatamorgana akibat aspal yang memuai di jalanan.
"Penyiraman ini kami lakukan sejak hari Rabu atas usulan dan laporan warga bahwa suhu udara siang hari di Surabaya sangat menyengat," ujar Rokhim saat dikonfirmasi chapnews.id.
Proses pendinginan jalan dilakukan secara sistematis, mengerahkan armada mobil damkar yang beroperasi secara bergiliran sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Rokhim menegaskan bahwa kegiatan preventif ini sama sekali tidak mengganggu kesiapsiagaan armada dalam merespons panggilan darurat utama penanganan kebakaran. "Bersamaan dengan berjalannya program ini, kami juga masih terus melakukan evaluasi," tambahnya.
Saat ini, fokus penyiraman diarahkan pada lintasan protokol dan titik-titik rawan kemacetan, membentang dari kawasan strategis Jalan Basuki Rahmad hingga ruas Jalan Pahlawan di area Alun-alun Contong, Bubutan.
Selain upaya mitigasi di lapangan, pihak Damkar juga tak henti-hentinya mengimbau warga untuk memperkuat perlindungan mandiri saat beraktivitas di luar ruangan. "Kepada masyarakat kami mengimbau untuk selalu menggunakan pelindung diri tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan, selalu membawa persediaan air minum, agar tubuh tidak dehidrasi," pesan Rokhim. Imbauan ini penting untuk mencegah dampak buruk dari suhu panas ekstrem yang berpotensi mengganggu kesehatan warga.

