Ads - After Header

Gibran Akui Kekurangan Gempa NTT, Janji Negara Hadir Penuh!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka secara langsung menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) atas berbagai kekurangan dalam penanganan pascabencana gempa bumi yang melanda wilayah tersebut. Pengakuan ini disampaikan Gibran saat meninjau langsung lokasi terdampak, menegaskan komitmen pemerintah untuk perbaikan menyeluruh.

Kunjungan Gibran dilakukan di Kabupaten Sikka, tepatnya di posko pengungsian Stadion Gelora Samador, Maumere. Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, serta Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. Di tengah-tengah para pengungsi, Gibran berinteraksi langsung, mendengarkan keluh kesah, serta menggali informasi mengenai kebutuhan paling mendesak. Ia juga tak lupa menyampaikan belasungkawa mendalam bagi keluarga yang kehilangan orang terkasih akibat musibah ini.

Gibran Akui Kekurangan Gempa NTT, Janji Negara Hadir Penuh!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Dalam pernyataannya, Gibran tidak menampik adanya kendala di lapangan. "Saya juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila sampai saat ini masih banyak kekurangan di lapangan," ujar Gibran, seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima chapnews.id. Ia menekankan bahwa prioritas utama adalah keselamatan warga. "Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Karena itu, seluruh langkah penanganan darurat harus memprioritaskan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat," tambahnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Gibran telah menginstruksikan jajaran pemerintah pusat dan daerah agar memastikan distribusi bantuan merata dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat terdampak. Ia secara spesifik menyoroti pentingnya penyaluran kebutuhan dasar seperti pangan, air bersih, fasilitas sanitasi, obat-obatan, serta layanan kesehatan, termasuk bagi warga di daerah terpencil atau sulit dijangkau seperti permukiman di pegunungan.

Wapres Gibran menegaskan bahwa penanganan bencana adalah "tanggung jawab negara". Oleh karena itu, perhatian khusus harus diberikan kepada kelompok rentan seperti ibu hamil dan menyusui, lansia, penyandang disabilitas, serta anak-anak. "Mereka harus didata, dipantau, dan mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhannya," tegasnya.

Gibran juga menyampaikan kembali arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan bahwa masyarakat tidak akan dibiarkan berjuang sendiri. "Pemerintah akan hadir dan memastikan penanganan darurat serta proses pemulihan pascabencana dilakukan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan," jelas Gibran. Ia menambahkan, "Pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin untuk menangani masa tanggap darurat sekaligus mempersiapkan pemulihan pascabencana. Masyarakat NTT tidak sendirian. Negara hadir dan akan terus bersama masyarakat."

Mengingat potensi gempa susulan yang masih tinggi, Gibran juga berpesan kepada para pengungsi untuk sementara waktu tidak kembali ke rumah mereka yang rusak. Ia menjamin bahwa pemerintah akan segera melakukan perbaikan. "Bapak, Ibu, di sini dulu, ya. Ada gempa susulan. Kita pastikan nanti rumah yang rusak, sekolah-sekolah, tempat-tempat [lainnya], nanti kita perbaiki," pungkasnya, memberikan ketenangan kepada warga.

Sementara itu, data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di NTT telah mencapai 75 jiwa. Angka ini merupakan pembaruan terkini yang dirilis pada Kamis (20/8) pukul 16.00 WIB, menggambarkan skala dampak bencana yang terjadi.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer