Chapnews – Ekonomi – Maskapai TransNusa melihat potensi pasar yang sangat menjanjikan pada rute penerbangan langsung Lampung-Kuala Lumpur, Malaysia. Saking besarnya, maskapai ini bahkan berencana untuk meningkatkan frekuensi penerbangan menjadi dua hingga tiga kali dalam sehari, jika tren permintaan penumpang terus menunjukkan peningkatan signifikan.
Datuk Bernard Francis, Ketua Pegawai Eksekutif Kumpulan Penerbangan TransNusa, menegaskan bahwa rute Lampung-Kuala Lumpur merupakan salah satu jaringan terpenting bagi maskapai untuk memperkuat konektivitas antara Pulau Sumatera dan Malaysia.

"Dari segi TransNusa, ini termasuk jaringan terpenting untuk menyambungkan Sumatera ke Kuala Lumpur," ujar Bernard dalam keterangannya kepada chapnews.id.
Menurut Bernard, potensi besar rute ini tidak hanya berasal dari sektor pariwisata semata. Dengan jumlah penduduk Provinsi Lampung yang mencapai sekitar 9,5 juta jiwa, pasar penerbangan dinilai sangat luas dan mampu mencakup berbagai segmen. Mulai dari perjalanan bisnis, urusan pemerintahan, pasokan tenaga kerja, hingga wisata medis dan pengembangan bisnis halal.
"Market akan mencakup semua, bisnis, pemerintah. Antara Lampung dan Malaysia mempunyai banyak hubungan kontrak kerjasama, dari manpower supply untuk pekerjaan di Indonesia. Dan juga halal bisnis dari Malaysia ke Lampung dan medical tourism," jelasnya merinci.
Bernard juga membandingkan potensi Lampung dengan rute Medan-Kuala Lumpur yang saat ini sudah dilayani hingga sekitar 10 penerbangan setiap harinya. Ia optimistis, dengan populasi Lampung yang besar, rute ini bisa mengikuti jejak kesuksesan tersebut.
"Dari segi market, Medan ke Kuala Lumpur punya 10 flight. Untuk Lampung, saya lebih confident dengan populasi 9,5 juta ini satu flight, mungkin ke depannya bisa dua atau tiga flight setiap hari," pungkas Bernard, menunjukkan keyakinannya terhadap masa depan rute Lampung-Kuala Lumpur.

