Geger Toraja! 80 Siswa SMP Diduga Keracunan Massal
Makassar – Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, bergerak cepat menanggapi dugaan insiden keracunan massal yang menimpa puluhan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kejadian serius ini diduga kuat terkait dengan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan pada Rabu (2/9) lalu.

"Tentunya kita bekerja sesuai dengan SOP yang ada untuk memastikan kejadian ini. Saya sudah sampaikan ke semua pimpinan rumah sakit bahwa ini harus ditangani sesegera mungkin dan seoptimal mungkin," tegas Zadrak kepada wartawan pada Kamis (3/9), seperti dilansir chapnews.id.
Meskipun informasi awal secara spesifik mengarah pada makanan MBG sebagai pemicu, pemerintah daerah belum dapat memastikan penyebab pasti insiden tersebut. Zadrak menekankan bahwa pemeriksaan dan penanganan medis intensif masih terus berlangsung untuk mengidentifikasi kondisi para siswa serta akar masalah gangguan kesehatan yang mereka alami. "Informasi yang ada karena pengaruh makanan MBG, tapi kita akan lihat dulu, ya. Tentunya kita bekerja sesuai dengan SOP yang ada untuk memastikan kejadian ini," tambahnya, menyerukan kehati-hatian dalam menyimpulkan.
Zadrak merinci, total 80 siswa kini menjalani perawatan medis di tiga rumah sakit berbeda di Tana Toraja. Sebanyak 31 siswa dirawat di Rumah Sakit Lakipadada, 27 siswa mendapatkan penanganan di Rumah Sakit Sinar Kasih, sementara 22 siswa lainnya dirawat di Rumah Sakit Fatimah. "Kita berharap ini bisa teratasi dengan baik. Anak-anak kita bisa dirawat dengan baik dan maksimal oleh ketiga rumah sakit yang ada di Kabupaten Tana Toraja," ujarnya penuh harap akan kesembuhan para siswa.
Menu MBG yang disantap para siswa pada Rabu (2/9) dilaporkan terdiri dari nasi, ayam, sayur, tempe, dan melon. Namun, gejala tidak sehat seperti mual, pusing, dan muntah mulai dirasakan para siswa pada malam harinya, memicu kepanikan dan kekhawatiran serius di kalangan orang tua dan masyarakat. Investigasi mendalam terus dilakukan oleh pihak berwenang untuk mengungkap penyebab pasti insiden ini dan mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.


