Ads - After Header

Kalbar Tercekik Asap: Hotspot Turun, Udara Tetap Mencekam!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Kondisi Kalimantan Barat (Kalbar) masih diselimuti kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meskipun data menunjukkan penurunan jumlah titik panas atau hotspot. Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi ini, menekankan bahwa masalah asap jauh lebih serius dari sekadar angka hotspot yang menurun.

Pernyataan tersebut disampaikan Raja Juli usai meninjau langsung salah satu lokasi karhutla di Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, pada Kamis (3/9). Ia menegaskan bahwa penurunan hotspot tidak serta-merta berarti persoalan asap telah usai.

Kalbar Tercekik Asap: Hotspot Turun, Udara Tetap Mencekam!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Saya ingin menegaskan bahwa situasi di Kalbar tidak baik-baik saja. Angka hotspot memang menurun dibandingkan hari sebelumnya, namun kualitas udara akibat asap sangat, sangat, sangat buruk," ujar Raja Juli dalam keterangan persnya yang diterima chapnews.id pada Jumat (4/9).

Berdasarkan data dari sistem Sipongi milik Kementerian Kehutanan, jumlah hotspot di Kalbar memang menunjukkan fluktuasi. Pada 31 Agustus, tercatat 272 titik panas. Angka ini sempat melonjak drastis menjadi 859 pada 1 September, sebelum kembali turun signifikan menjadi 268 titik pada 2 September.

Namun, Raja Juli menjelaskan bahwa api yang sudah padam mungkin tidak lagi terdeteksi sebagai hotspot oleh sistem Sipongi, tetapi asap hasil pembakaran masih bisa bertahan dan menyelimuti udara. "Api yang padam tidak lagi terbaca sebagai hotspot di Sipongi, namun itu tidak berarti asapnya hilang. Kita bisa lihat sendiri, di sini tidak ada hotspot lagi tapi asapnya masih pekat," tambahnya.

Kondisi ini juga terlihat jelas di Pontianak, ibu kota Kalbar, yang masih diselimuti asap pekat. Oleh karena itu, selain upaya pemadaman untuk menurunkan hotspot, penanganan di lapangan juga harus disertai dengan pendinginan lahan secara masif.

"Tim Manggala Agni, Kemenhut, TNI-Polri, dan BPBD sedang berjuang keras memastikan hotspot bisa turun. Namun, pada saat yang sama, harus ada gerakan pendinginan yang masif. Ini sedang kami lakukan," pungkasnya, menyerukan upaya kolektif untuk mengatasi krisis asap di Kalbar.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer