Chapnews – Ekonomi – PT Bank Jago Tbk (ARTO) mengambil langkah signifikan dengan menutup sebanyak 1,6 juta rekening nasabah yang tergolong pasif selama kuartal II-2026. Keputusan strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya perseroan untuk meningkatkan kualitas basis nasabah serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Supranoto Prajogo, Direktur Bank Jago, menjelaskan bahwa pergeseran fokus perusahaan kini lebih menitikberatkan pada peningkatan kualitas pengguna, bukan sekadar kuantitas. "Sejak kuartal keempat tahun lalu, kami juga untuk menjawab peraturan baru dari OJK terkait dengan dormant account. Jadi untuk nasabah yang tidak aktif, tidak melakukan transaksi dan tidak memiliki saldo selama 365 hari, kami melakukan penutupan rekening secara otomatis," ungkap Supranoto dalam acara Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).

Ia menambahkan bahwa penutupan rekening secara otomatis ini diterapkan bagi nasabah yang tidak mencatatkan aktivitas transaksi maupun kepemilikan saldo selama satu tahun penuh, atau 365 hari. Langkah ini merupakan respons terhadap peraturan baru OJK mengenai rekening dormant.
Supranoto juga memaparkan bahwa proses pembersihan rekening pasif ini telah berlangsung secara bertahap sejak akhir tahun lalu. Pada kuartal IV 2025, Bank Jago telah menutup sekitar 1,2 juta rekening dormant.
"Di tahun lalu, di kuartal keempat, kami melakukan penutupan sebesar 1,2 juta nasabah. Dan di kuartal kedua tahun ini, kami melakukan penutupan sebesar 1,6 juta nasabah," jelasnya, menunjukkan peningkatan signifikan dalam upaya penertiban rekening. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem perbankan digital yang lebih efisien dan berkualitas bagi Bank Jago.


