Chapnews – Ekonomi – Direktur Utama Adhi Karya (ADHI), Moeharmein Zein Chaniago, akhirnya buka suara mengenai penyebab utama di balik mangkraknya proyek apartemen LRT City. Ribuan konsumen yang telah menanti unitnya sejak 2023 hingga 2024 kini harus gigit jari akibat keterlambatan penyelesaian pembangunan ini.
Moeharmein menjelaskan bahwa masalah krusial terletak pada anak usaha ADHI, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), yang gagal mencapai target penjualan yang telah ditetapkan. Situasi ini berdampak serius pada arus kas perusahaan, yang kemudian menghambat alokasi belanja modal (capex) untuk menyelesaikan pembangunan proyek.

"Market yang turun, jadi penjualan kita, penjualan ADCP tidak sesuai dengan ekspektasinya. Kita tahu ada krisis ekonomi 2018, dihantam lagi Covid-19, itu membuat market tidak seimbang. Sehingga dia (ADCP) kesulitan cashflow," terang Moeharmein saat ditemui di Kantor BP BUMN, Selasa lalu.
Meski demikian, ADHI berkomitmen penuh untuk menuntaskan proyek LRT City dan segera melakukan serah terima unit kepada para konsumen. Selain itu, Moeharmein juga menegaskan bahwa akan ada pemeriksaan menyeluruh terhadap ADCP jika ditemukan potensi kesalahan dalam tata kelola perusahaan.
"Kalau itu (potensi kesalahan manajemen) tadi kan disampaikan ada pemeriksaan nanti. Kita serahkan kepada yang bersangkutan," tambahnya, menunjukkan keseriusan dalam menindaklanjuti potensi penyimpangan.
Sebagai informasi, proyek LRT City merupakan pengembangan yang dilakukan oleh ADCP. Dua proyek yang saat ini masih belum rampung adalah LRT City Ciracas dan LRT City Tebet. Data menunjukkan bahwa setidaknya 2.400 konsumen belum menerima unit apartemen mereka, padahal sebagian besar telah melakukan pembayaran penuh dan dijanjikan penyerahan unit dalam beberapa tahun terakhir.
Menyikapi persoalan ini, Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) bersama Danantara telah membuka berbagai opsi penyelesaian. Opsi tersebut mencakup kelanjutan pembangunan proyek hingga tuntas atau pengembalian dana kepada konsumen yang unitnya belum juga diserahkan. Ini menunjukkan keseriusan pihak terkait dalam mencari solusi terbaik bagi ribuan konsumen yang terdampak.


