Ads - After Header

Desil 6, Gaji Rp30 Ribu: Jeritan Buruh Pengupas Bawang!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Ratusan warga membanjiri Kantor Kementerian Sosial di Jakarta, menyuarakan keluhan mendalam terkait pemeringkatan desil yang dianggap tidak sesuai dengan realitas ekonomi mereka. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono secara langsung menerima para pengunjuk rasa pada Jumat (18/9/2026), mendengarkan berbagai persoalan, termasuk kisah pilu seorang buruh pengupas bawang yang bergaji Rp30 ribu sehari namun tercatat dalam desil 6.

Para warga yang datang menyampaikan beragam keluhan. Banyak di antaranya merasa desil mereka terlalu tinggi, tidak mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya. Ada pula yang sebelumnya menerima bantuan sosial, namun kini terputus tanpa alasan jelas. Upaya pembaruan data melalui jalur RT, RW, kelurahan, hingga dinas sosial pun diakui belum membuahkan hasil, membuat mereka merasa terombang-ambing dalam ketidakpastian.

Desil 6, Gaji Rp30 Ribu: Jeritan Buruh Pengupas Bawang!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Salah satu suara yang paling menyentuh datang dari Mardiana, seorang ibu pekerja pengupas bawang yang harus menghidupi tiga anaknya. Dengan penghasilan harian sekitar Rp30 ribu, ia terkejut dan keberatan saat mengetahui dirinya masuk dalam kategori desil 6. "Saya ini orang susah juga, Pak. Rumahnya di pinggir kali," ungkap Mardiana kepada Gus Ipul, menggambarkan betapa jauhnya kondisi riilnya dari data yang tercatat.

Kisah serupa juga diungkapkan Sri Sugiarti, warga Rusun Pesakih, Jakarta Barat. Setelah 14 tahun tinggal di rusun, Sri mengaku belum pernah sekalipun menerima bantuan sosial. Kini, ia terpaksa berhenti berdagang demi merawat suaminya yang terserang stroke. "Saya sudah ke Wali Kota, Dinas Sosial. Tapi tetap enggak ada solusi. Terus solusinya bagaimana, Bapak Menteri? Tolong dibantu," pintanya dengan nada putus asa.

Kekhawatiran lain juga disampaikan Julia, yang cemas jika desil keluarganya yang berada pada rentang 6-10 akan menghambat akses pendidikan bagi anak-anaknya di masa depan. Berbagai keluhan ini menyoroti urgensi pembenahan sistem data terpadu agar bantuan sosial dapat benar-benar menyasar mereka yang membutuhkan, sebagaimana dilaporkan oleh chapnews.id.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer