Ads - After Header

Banjir Bandang Terjang Solok Kantor Rusak

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Bencana banjir bandang yang dahsyat menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Bupati Solok, Arosuka, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, pada Senin (21/9) malam, telah menimbulkan kerusakan infrastruktur yang signifikan. Aliran air yang datang dengan kecepatan tinggi tidak hanya merendam pemukiman penduduk, tetapi juga melumpuhkan sejumlah pusat pelayanan publik di Kabupaten Solok.

Bupati Solok, Jon Firman Pandu, mengonfirmasi bahwa dampak kerusakan pada fasilitas pemerintahan tergolong cukup parah. Berbagai instansi vital yang menjadi tulang punggung pelayanan masyarakat dilaporkan mengalami kerusakan fisik dan kehilangan aset penting. Beberapa di antaranya adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Kesehatan, Badan Keuangan Daerah (BKD), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN), serta Bapelitbang. Tak hanya itu, gedung DPRD Kabupaten Solok juga turut terdampak oleh terjangan air.

Banjir Bandang Terjang Solok Kantor Rusak
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Dinas PUPR, kesehatan, BKD, DPMN, Bapelitbang, hingga kawasan DPRD terdampak cukup parah," ungkap Jon Firman Pandu saat memberikan keterangan terkait situasi terkini.

Menurut penjelasan Bupati, derasnya arus air yang masuk ke area perkantoran menyebabkan kerusakan pada struktur ruangan dan fasilitas pendukung lainnya. Kerugian material juga diperkirakan membengkak karena banyaknya peralatan kantor yang hanyut terbawa arus deras. Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat kerusakan pada kantor-kantor tersebut berpotensi menghambat proses pelayanan administrasi dan kesehatan bagi warga setempat.

Selain merusak gedung pemerintahan, bencana ini juga menyasar rumah-rumah warga yang terletak di sekitar kompleks perkantoran. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, tercatat ada empat warga yang mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok, Khairul, menjelaskan bahwa tiga korban saat ini tengah menjalani perawatan medis di RSUD Arosuka, sementara satu korban lainnya harus dirujuk ke rumah sakit di Padang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kondisi pengungsian juga menjadi prioritas utama. Saat ini, sebanyak sembilan kepala keluarga atau sekitar 32 jiwa terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih aman. Pemerintah Kabupaten Solok bersama unsur TNI, Polri, dan BPBD telah bergerak cepat melakukan evakuasi serta mendirikan posko pengungsian sementara bagi warga yang terdampak.

Tim gabungan saat ini masih terus bekerja di lapangan untuk membersihkan material lumpur dan puing-puing yang menyumbat kawasan perkantoran. Di sisi lain, pemerintah daerah terus melakukan pendataan menyeluruh terhadap total kerugian, baik pada fasilitas negara maupun aset milik masyarakat.

Menanggapi situasi yang masih rawan, Bupati Solok mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di bantaran sungai atau daerah rawan longsor. Warga diminta segera mengungsi jika intensitas hujan meningkat dan mengikuti instruksi dari petugas di lapangan guna menghindari jatuhnya korban jiwa lebih lanjut. Melaporkan kondisi darurat secara cepat kepada pemerintah nagari atau kecamatan sangat diharapkan untuk mempercepat proses penanganan bantuan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer