Ads - After Header

Tragedi Karhutla Korbankan Satwa Liar

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia tidak hanya merusak ekosistem dan mengancam kesehatan manusia, tetapi juga menjadi ancaman mematikan bagi keberlangsungan hidup satwa liar. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI, upaya penyelamatan besar-besaran tengah dilakukan untuk melindungi fauna yang terjebak di tengah kobaran api.

Hingga tanggal 22 September 2026, pemerintah mencatat telah berhasil mengevakuasi sedikitnya 100 individu satwa liar dari titik-titik api yang tersebar di enam provinsi prioritas. Wilayah-wilayah tersebut mencakup Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, serta Sumatera Selatan. Langkah evakuasi ini menjadi krusial mengingat intensitas kebakaran yang semakin meningkat di wilayah-wilayah tersebut.

Tragedi Karhutla Korbankan Satwa Liar
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, mengungkapkan bahwa mayoritas satwa yang berhasil diselamatkan berada di Pulau Kalimantan. Secara spesifik, sebanyak 97 persen dari total satwa yang dievakuasi berasal dari wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah. Hal ini menunjukkan bahwa pulau tersebut merupakan zona paling terdampak oleh bencana kebakaran hutan.

"Data yang kami kumpulkan menunjukkan bahwa upaya penyelamatan satwa liar telah mencapai 100 individu di enam provinsi prioritas tersebut," ujar Ristianto saat memberikan keterangan di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, pada Selasa (22/9).

Dari total 100 satwa yang dievakuasi, spesies orang utan menjadi kelompok yang paling banyak diselamatkan, yakni sebanyak 53 ekor. Selain orang utan, spesies yang juga banyak menjadi fokus penyelamatan adalah trenggiling. Keberadaan kedua spesies ini sangat krusial bagi keseimbangan ekosistem hutan, sehingga upaya penyelamatan menjadi prioritas utama pemerintah.

Namun, di balik keberhasilan evakuasi tersebut, kabar duka juga menyertai. Ristianto mengonfirmasi bahwa terdapat delapan satwa yang dinyatakan mati akibat dampak langsung maupun tidak langsung dari kebakaran hutan. Satwa yang menjadi korban jiwa tersebut meliputi ular, biawak, kura-kura, dan yang paling menyedihkan adalah satu ekor orang utan.

Pemerintah melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di masing-masing wilayah berkomitmen untuk terus melakukan tindak lanjut terhadap satwa-satwa yang telah dievakuasi. Ristianto menekankan bahwa penanganan satwa liar yang terdampak karhutla tidak boleh dilakukan secara gegabah agar proses pemulihan kondisi fisik satwa dapat berjalan optimal.

Kementerian Kehutanan juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk proaktif melaporkan jika menemukan satwa liar yang tampak terluka atau terjebak di area kebakaran. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk meminimalisir jumlah korban jiwa dari spesies yang terancam punah akibat bencana tahunan ini.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer