Chapnews.id – Tren penggunaan energi di sektor industri kini mulai mengalami pergeseran signifikan. Berbagai pelaku usaha, mulai dari sektor perhotelan hingga industri makanan, kini mulai beralih menggunakan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai sumber energi utama mereka. Langkah strategis ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan demi menekan biaya operasional energi yang selama ini menjadi beban besar bagi perusahaan.
Salah satu pemain utama dalam transformasi energi ini adalah PT Gagas Energi Indonesia (Gagas), yang merupakan anak usaha dari PGN sekaligus bagian dari Subholding Gas Pertamina. Saat ini, Gagas tengah gencar memperluas jangkauan pemanfaatan gas bumi melalui skema CNG point-to-point. Program ini menyasar para pelaku usaha, khususnya di wilayah yang belum terjangkau oleh jaringan pipa gas secara langsung.

Salah satu contoh nyata keberhasilan transisi energi ini terlihat di Yogyakarta. Salah satu pelanggan baru yang mulai mengadopsi teknologi ini adalah gerai makanan populer, Marugame Udon Kaliurang. Penggunaan CNG di gerai tersebut bertujuan untuk menciptakan efisiensi operasional yang lebih baik sesuai dengan rekomendasi dari kantor pusat mereka.
Area Head Gagas Jawa Tengah Bagian Utara, Miranti Dyah Pramesti, mengungkapkan bahwa kunci utama dalam menarik minat pelaku industri adalah pendampingan yang intensif. Menurutnya, memastikan pelanggan dapat menggunakan CNG sesuai dengan kebutuhan operasional mereka adalah prioritas utama perusahaan.
"Kami berkomitmen memberikan pendampingan dan pelayanan yang optimal sejak awal penggunaan. Kami ingin memastikan pelanggan merasa nyaman menggunakan gas bumi dan mendapatkan dukungan penuh dalam kegiatan operasionalnya," ujar Miranti dalam keterangan resminya.
Gagas tidak hanya sekadar menjual gas, tetapi juga menyediakan layanan terintegrasi. Layanan tersebut mencakup proses instalasi, penyesuaian peralatan, pemantauan pasokan, pengisian ulang (refill), pembersihan, hingga perawatan rutin (maintenance). Dengan adanya pengecekan berkala, pelanggan tidak perlu khawatir akan kendala teknis yang dapat mengganggu jalannya bisnis.
Dedi Sugianto, Supervisor Marugame Udon Kaliurang Yogyakarta, mengakui bahwa penggunaan CNG memberikan pengalaman baru yang sangat positif bagi outletnya. Selain lebih efisien, kualitas api yang dihasilkan dari gas bumi jauh lebih stabil dan berwarna biru, yang sangat penting untuk konsistensi memasak.
"Sejak awal penggunaan, kami mendapat pendampingan dari Gagas sehingga lebih mudah beradaptasi. Yang membedakan dengan energi sebelumnya adalah adanya layanan servis dan perawatan. Dengan CNG, instalasi dan perawatannya didampingi langsung oleh tim ahli, sehingga kami jauh lebih mudah dalam penggunaannya," kata Dedi.
Saat ini, Marugame Udon Kaliurang mengonsumsi sekitar 1.000 m³ gas bumi per bulan yang didistribusikan melalui tujuh silinder CNG. Melalui skema point-to-point ini, PGN dan Gagas berharap dapat terus menghadirkan solusi energi yang fleksibel dan andal bagi seluruh pelaku usaha di berbagai wilayah Indonesia, terutama mereka yang berada di area terpencil.


