Ads - After Header

Aset Syariah Tembus Rp3131 Triliun

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Sektor ekonomi syariah di Indonesia menunjukkan taringnya dengan mencatatkan pertumbuhan yang sangat impresif. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI), total aset keuangan syariah nasional telah melonjak tajam hingga menyentuh angka fantastis, yakni Rp3.131 triliun pada kuartal II tahun 2026.

Lonjakan nilai aset yang sangat signifikan ini tidak terjadi tanpa alasan. Bank Indonesia mencatat bahwa tren positif ini didorong oleh ekspansi penyaluran pembiayaan syariah yang terus bergerak naik secara konsisten. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat serta pelaku usaha terhadap instrumen keuangan berbasis syariah semakin menguat di tengah dinamika ekonomi global.

Aset Syariah Tembus Rp3131 Triliun
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa kenaikan aset tersebut merupakan dampak langsung dari akselerasi sektor-sektor unggulan dalam rantai nilai halal di tanah air. Menurutnya, sektor ekonomi halal di Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 5,50 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).

"Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh kinerja industri pangan halal, fesyen muslim, serta sektor pariwisata ramah muslim yang terus menunjukkan geliat positif," ujar Destry dalam keterangan resminya yang dikutip pada Minggu (27/9/2026).

Selain pertumbuhan aset dan sektor riil, satu hal yang patut diapresiasi adalah lonjakan tingkat literasi ekonomi syariah di kalangan masyarakat. Jika pada tahun 2019 tingkat pemahaman masyarakat terhadap ekonomi syariah hanya berada di angka 16,30 persen, kini angka tersebut telah melesat tajam menjadi 50,18 persen pada tahun 2025.

Data ini memberikan gambaran bahwa kesadaran masyarakat telah berubah drastis. Saat ini, diperkirakan sekitar satu dari dua penduduk Muslim di Indonesia sudah memiliki pemahaman yang mumpuni mengenai mekanisme dan aktivitas ekonomi syariah. Peningkatan literasi ini menjadi modal sosial yang sangat berharga bagi keberlanjutan ekosistem ekonomi syariah di masa depan.

Meski demikian, Destry menekankan bahwa pencapaian angka-angka statistik tersebut tidak boleh membuat pemerintah dan otoritas terkait berpuas diri. Tantangan ke depan adalah bagaimana mengubah angka-angka pertumbuhan tersebut menjadi kekuatan ekonomi yang nyata, berdampak luas, dan bersifat inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kunci utama untuk mencapai integrasi ekonomi halal yang kuat adalah melalui sinergi antar berbagai pemangku kepentingan. Melalui semangat kolaborasi inilah, Bank Indonesia berupaya mewujudkan integrasi ekonomi yang lebih solid, salah satunya melalui inisiatif FESyar Jawa 2026.

Destry meyakini bahwa sektor ekonomi dan keuangan syariah bukan sekadar alternatif, melainkan telah menempati posisi strategis sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru. Sektor ini diharapkan mampu menjadi fondasi penting dalam mendukung transformasi ekonomi nasional yang lebih berkelanjutan dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa mendatang. Melalui integrasi yang kuat antara sektor keuangan dan rantai nilai halal, Indonesia berpeluang besar menjadi pusat ekonomi syariah dunia.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer