Ads - After Header

Harga BBM Nonsubsidi Segera Naik

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Kabar kurang sedap bagi para pemilik kendaraan pribadi yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis nonsubsidi. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan sinyal kuat bahwa harga BBM nonsubsidi diprediksi akan mengalami penyesuaian atau kenaikan pada awal Oktober 2026 mendatang.

Langkah penyesuaian harga ini bukan tanpa alasan. Kondisi pasar energi global yang sedang fluktuatif menjadi faktor utama yang mendorong kebijakan tersebut. Lonjakan harga minyak mentah di pasar internasional telah memberikan tekanan pada struktur harga bahan bakar di dalam negeri, terutama untuk jenis yang tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Harga BBM Nonsubsidi Segera Naik
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menjelaskan bahwa mekanisme penetapan harga BBM nonsubsidi memang dirancang untuk mengikuti dinamika harga minyak dunia. Hal ini bertujuan agar harga di tingkat konsumen tetap relevan dengan kondisi pasar global yang berlaku. Namun, ia juga memberikan catatan bahwa kebijakan ini bersifat dua arah; jika harga minyak dunia mengalami penurunan, maka harga BBM nonsubsidi pun memiliki peluang untuk ikut turun.

"Untuk jenis nonsubsidi, mekanismenya adalah menyesuaikan dengan harga pasar. Kami memantau rata-rata pergerakan harga dalam satu bulan untuk menentukan seberapa besar penyesuaian yang perlu dilakukan," ujar Yuliot saat memberikan keterangan kepada awak media di kawasan TMP Kalibata, Selasa (29/9/2026).

Saat ini, pihak kementerian tengah melakukan perhitungan yang sangat cermat. Tim ahli sedang mengkaji besaran angka penyesuaian dengan mempertimbangkan tren kenaikan harga minyak mentah dunia secara mendetail. Data menunjukkan bahwa harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman November telah merangkak naik sebesar 1,22 persen ke level USD 106,56 per barel.

Kondisi serupa juga terjadi pada minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) yang mencatatkan kenaikan sebesar 1 persen, sehingga menyentuh angka USD 93,57 per barel. Tren positif pada harga minyak mentah dunia inilah yang menjadi alarm bagi pemerintah untuk segera melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi agar tidak terjadi ketimpangan yang terlalu besar.

Yuliot menegaskan bahwa kemungkinan adanya penyesuaian harga adalah hal yang sangat nyata mengingat data pasar yang terus bergerak naik. Masyarakat, khususnya pengguna kendaraan yang mengandalkan BBM nonsubsidi, diharapkan dapat mulai mengantisipasi perubahan harga ini.

Hingga saat ini, pemerintah belum merilis angka pasti mengenai berapa kenaikan yang akan diberlakukan per 1 Oktober 2026. Keputusan final akan diambil setelah seluruh perhitungan teknis dan dampak ekonomi terhadap masyarakat selesai dikaji secara komprehensif. Melansir informasi dari chapnews.id, pemantauan terhadap harga minyak dunia akan terus dilakukan secara intensif dalam beberapa hari ke depan sebelum pengumuman resmi dikeluarkan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer