Chapnews.id – Sebuah pemandangan tidak biasa diprediksi akan terjadi di pelosok desa Indonesia pada bulan Oktober mendatang. Bukan pejabat yang duduk di balik meja mewah, melainkan jajaran menteri kabinet yang akan turun langsung ke lapangan untuk melayani masyarakat. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan rencana besar di mana dirinya bersama para menteri lainnya akan bertransformasi menjadi pramuniaga di jaringan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Langkah ekstrem ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan sebuah strategi komunikasi publik untuk menunjukkan bahwa program penguatan ekonomi perdesaan melalui Kopdes Merah Putih telah memasuki fase operasional yang nyata. Zulkifli Hasan menegaskan bahwa keterlibatan para pimpinan kementerian ini bertujuan untuk memberikan bukti konkret kepada masyarakat bahwa jaringan koperasi nasional tersebut sudah mulai bergerak sesuai dengan peta jalan yang telah disusun.

Dalam konferensi pers yang digelar di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, pada Selasa (29/9/2026), Zulhas menjelaskan bahwa pembagian tugas akan dilakukan secara spesifik. Setiap menteri akan ditempatkan di titik koperasi yang berbeda-beda untuk menjalankan fungsi pelayanan dasar.
"Dari puluhan ribu Kopdes yang sudah berjalan, pada tanggal 15 Oktober nanti kami akan membagi tugas. Masing-masing dari kami akan menjadi pramuniaga. Saya akan bertugas di koperasi mana, dan Pak Menteri Koperasi, Ferry, akan bertugas di mana. Ini adalah cara kami memberikan bukti kepada publik bahwa koperasi kita sudah mulai berjalan secara bertahap sesuai harapan," ujar Zulhas dengan penuh optimisme.
Tugas yang akan diemban para menteri ini mencakup aspek pelayanan langsung kepada konsumen, mulai dari membantu masyarakat di area penjualan hingga mengoperasikan mesin kasir untuk transaksi belanja. Aksi ini diharapkan dapat membangun kedekatan emosional antara pemerintah dan masyarakat desa, sekaligus memvalidasi kesiapan sistem operasional koperasi di lapangan.
Sebelum para menteri terjun langsung, pemerintah telah melakukan persiapan matang dari sisi manajemen. Per 1 Oktober 2026, seluruh posisi manajer pengelola gerai ditargetkan sudah terisi penuh. Para manajer ini merupakan tenaga profesional dengan status Pegawai Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang memiliki masa kontrak selama dua tahun. Menariknya, manajemen operasional ini akan berada di bawah naungan BUMN pangan, yakni PT Agrinas Pangan Nusantara.
Kehadiran Kopdes Merah Putih diharapkan menjadi tulang punggung baru bagi stabilitas pangan dan ekonomi di tingkat desa. Dengan melibatkan lintas sektor, termasuk Kementerian Koperasi, pemerintah ingin memastikan bahwa ekosistem ekonomi kerakyatan ini tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga mampu memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat luas. Melalui aksi "turun gunung" para menteri ini, pemerintah ingin mengirimkan pesan kuat bahwa penguatan ekonomi desa adalah prioritas utama yang dikawal langsung oleh pucuk pimpinan negara.

