Chapnews.id – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) kembali menunjukkan taringnya sebagai salah satu raksasa perbankan paling menguntungkan di Indonesia. Perusahaan penyedia layanan keuangan terkemuka ini secara resmi mengumumkan pembagian dividen interim tahun buku 2026 dengan nilai yang sangat fantastis, yakni mencapai Rp6,16 triliun. Keputusan ini sekaligus mempertegas posisi Bank Mandiri sebagai emiten yang sangat loyal dalam memberikan imbal hasil kepada para investornya.
Langkah berani manajemen ini diambil di tengah performa bisnis yang terus menunjukkan tren positif. Jika ditotal dengan dividen yang telah dibagikan sebelumnya, jumlah total dividen yang dialokasikan untuk kalender tahun 2026 diperkirakan menyentuh angka Rp50,63 triliun. Angka ini merupakan bagian dari total dividen sebesar Rp44,47 triliun yang diambil dari laba bersih tahun buku 2025 yang tercatat sebesar Rp56,3 triliun.

Pembagian dividen interim sebesar Rp66 per saham ini bukan sekadar angka di atas kertas. Para analis melihat bahwa kebijakan ini merupakan sinyal kuat dari manajemen mengenai optimisme mereka terhadap stabilitas dan kesehatan finansial perusahaan di masa mendatang. Dengan memberikan dividen di tengah tahun berjalan, Bank Mandiri menunjukkan bahwa arus kas perusahaan sangat sehat dan mampu mendukung ekspansi sekaligus memberikan keuntungan bagi pemegang saham.
Wawan Hendrayana, Head of Research Infovesta Utama, memberikan apresiasi terhadap kebijakan ini. Menurutnya, Bank Mandiri termasuk dalam jajaran bank besar yang sangat "ramah" terhadap pemegang saham. Hal ini terlihat dari payout ratio atau rasio pembagian laba tahun buku 2025 yang mencapai angka 79 persen dari total laba bersih.
"Tingkat pembayaran dividen BMRI tergolong sangat menarik bagi investor. Dengan payout ratio setinggi itu, dividend yield atau imbal hasil dividen yang didapatkan pemegang saham masih berada di level dua digit," ujar Wawan dalam keterangannya, Jumat (2/10/2026).
Kepercayaan diri manajemen ini bukan tanpa alasan. Secara fundamental, kinerja operasional Bank Mandiri menunjukkan pertumbuhan yang sangat solid sepanjang tahun 2026. Berdasarkan data hingga Agustus 2026, penyaluran kredit perusahaan tumbuh signifikan sebesar 17,6 persen secara tahunan (year-on-year). Tidak hanya kredit, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami kenaikan yang sama kuatnya di angka 17,6 persen.
Pertumbuhan aset ini berbanding lurus dengan peningkatan profitabilitas. Tercatat, laba bersih Bank Mandiri selama delapan bulan pertama tahun 2026 melonjak tajam sebesar 22,3 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kombinasi antara pertumbuhan kredit yang agresif dan efisiensi pengelolaan dana menjadikan Bank Mandiri sebagai salah satu mesin pencetak laba yang paling tangguh di sektor perbankan nasional. Melalui laporan ini, para investor diharapkan dapat melihat prospek jangka panjang yang cerah dari emiten berkode BMRI ini.

