Ads - After Header

Strategi UMKM Taklukan Pasar Gen Z

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Dunia usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kini tengah menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan eksistensinya di tengah pergeseran perilaku konsumen. Salah satu faktor penentu keberhasilan sebuah bisnis di masa depan adalah kemampuan pelaku usaha dalam membaca dan mengikuti dinamika selera pasar, terutama yang datang dari Generasi Z (Gen Z).

Generasi ini bukan sekadar kelompok usia, melainkan kekuatan ekonomi baru yang memiliki preferensi unik dan berbeda dari generasi sebelumnya. Jika pelaku UMKM tidak segera beradaptasi dengan karakteristik mereka, risiko tertinggal dalam persaingan pasar menjadi sangat nyata.

Strategi UMKM Taklukan Pasar Gen Z
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Perkumpulan Bumi Alumni (PBA), Dewi Tenty, menekankan bahwa kemampuan untuk melakukan riset pasar dan memahami tren adalah kunci utama bagi UMKM untuk bisa "naik kelas". Menurutnya, UMKM tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara-cara lama atau sekadar mempertahankan produk yang sudah ada tanpa melakukan inovasi.

"Tantangan utama yang dihadapi UMKM saat ini adalah bagaimana memahami selera pasar yang terus berubah. Khususnya tren di kalangan Gen Z, mereka memiliki kecenderungan yang sangat spesifik terhadap produk-produk tertentu," ungkap Dewi dalam keterangannya pada Minggu (4/10/2026).

Dewi memaparkan bahwa ada beberapa sektor yang kini menjadi primadona di mata Gen Z. Pertama adalah kecintaan mereka terhadap produk lokal. Gen Z cenderung memiliki rasa bangga yang tinggi terhadap brand dalam negeri yang memiliki narasi kuat dan kualitas yang bersaing. Kedua, adalah kesadaran akan gaya hidup sehat. Hal ini berdampak langsung pada permintaan terhadap produk makanan dan minuman yang lebih alami, rendah gula, atau memiliki nilai nutrisi tinggi.

Selain itu, sektor fesyen juga mengalami pergeseran. Tren sportswear atau pakaian olahraga yang modis kini menjadi salah satu komoditas yang paling dicari. Gen Z melihat pakaian olahraga bukan hanya untuk aktivitas fisik, melainkan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari yang mendukung penampilan estetis.

Lebih lanjut, Dewi menjelaskan bahwa standar untuk masuk ke dalam ajang pameran kini semakin tinggi. Dalam setiap tahunnya, terdapat sekitar 20 hingga 30 UMKM yang terpilih untuk mengikuti eksibisi. Perlu digarisbawahi bahwa ini adalah eksibisi, bukan sekadar bazar biasa. Hal ini berarti proses seleksi produk dilakukan dengan sangat ketat, di mana kualitas, kemasan, hingga relevansi produk terhadap tren pasar menjadi indikator utama.

Oleh karena itu, para pelaku UMKM dituntut untuk lebih kreatif dan adaptif. Mengembangkan produk yang tidak hanya fungsional, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan gaya hidup konsumen modern adalah sebuah keharusan. Dengan memahami apa yang diinginkan oleh Gen Z, UMKM memiliki peluang besar untuk memperluas pangsa pasar dan memastikan keberlanjutan bisnis mereka di era digital ini.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer