Chapnews.id – Pasar modal Indonesia menunjukkan performa yang sangat impresif pada perdagangan Rabu (21/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup sesi perdagangan hari ini dengan tren positif yang cukup signifikan. Indeks utama bursa tanah air ini melonjak sebesar 49,47 poin atau tumbuh sekitar 0,94 persen, sehingga berhasil mendarat di level psikologis 5.328 pada akhir sesi.
Penguatan ini mencerminkan optimisme investor yang kembali bergairah di tengah dinamika pasar global. Berdasarkan data transaksi yang dihimpun, pergerakan pasar hari ini didominasi oleh aksi beli. Tercatat sebanyak 384 saham berhasil mencatatkan kenaikan harga, sementara 328 saham lainnya mengalami koreksi, dan 251 saham lainnya bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga yang berarti.

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga terlihat sangat likuid. Nilai transaksi yang berhasil dihimpun mencapai angka fantastis, yakni Rp17,1 triliun, dengan volume perdagangan sebanyak 32,6 miliar lembar saham. Angka ini menunjukkan bahwa minat pelaku pasar, baik domestik maupun asing, sedang berada pada level yang tinggi.
Kenaikan IHSG ini juga diikuti oleh penguatan pada berbagai indeks saham lainnya. Indeks LQ45 yang berisi saham-saham dengan likuiditas tinggi naik sebesar 1,02 persen ke level 535. Tak ketinggalan, Indeks JII (Jakarta Islamic Index) juga melesat 1,12 persen ke posisi 310. Selain itu, indeks IDX30 tumbuh 1,04 persen ke level 300, dan indeks MNC36 juga menguat 1,05 persen ke angka 235.
Jika meninjau dari sisi sektoral, mayoritas sektor saham berada di zona hijau. Sektor konsumer non-siklikal, keuangan, bahan baku, teknologi, kesehatan, konsumer siklikal, transportasi, industri, hingga properti menunjukkan performa yang solid. Meski demikian, terdapat sedikit catatan pada sektor industri dan teknologi yang justru mengalami tekanan dan ditutup melemah.
Dalam daftar saham yang paling banyak diburu atau top gainers, PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK) memimpin dengan lonjakan harga yang sangat tajam sebesar 34,31 persen ke level Rp137. Menyusul di posisi berikutnya adalah PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA) yang naik 33,90 persen ke harga Rp79, serta PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) yang meroket 33,33 persen ke level Rp4.
Di sisi lain, tidak semua saham mengalami kenaikan. Beberapa emiten justru harus menelan kerugian atau masuk dalam daftar top losers. PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS) tercatat turun 9,40 persen ke level Rp106. Disusul oleh PT Bahtera Bumi Jaya Tbk (PGJO) yang terkoreksi 8,54 persen ke harga Rp750, serta PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) yang merosot 8 persen ke posisi Rp92. Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun pasar secara umum menguat, volatilitas di level saham tertentu tetap tinggi.

