Ads - After Header

Strategi Jaga Ketahanan Energi Nasional

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Upaya memperkuat ketahanan energi nasional terus menunjukkan tren positif melalui optimalisasi distribusi gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG). PT Nusantara Regas (NR), yang merupakan bagian dari Subholding Gas Pertamina, melaporkan pencapaian signifikan dalam menjaga stabilitas pasokan energi di Indonesia. Hingga kuartal ketiga tahun 2026, perusahaan telah berhasil merealisasikan penerimaan LNG dalam jumlah yang sangat besar untuk mendukung kebutuhan domestik.

Berdasarkan data terbaru, Nusantara Regas mencatatkan realisasi penerimaan LNG mencapai 96.707.127 MMBTU hingga September 2026. Jika dikonversikan, angka tersebut setara dengan pengiriman sebanyak 33 kargo LNG dengan total penyerahan gas sebesar 96.548.452 MMBTU. Capaian ini menjadi bukti nyata peran strategis perusahaan dalam mengamankan rantai pasok energi di tengah dinamika kebutuhan industri yang terus meningkat.

Strategi Jaga Ketahanan Energi Nasional
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Keberhasilan distribusi LNG ini memiliki dampak langsung terhadap keandalan operasional berbagai sektor vital. Pasokan gas tersebut dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan gas bumi bagi pembangkit listrik serta berbagai industri strategis di bawah naungan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN). Fokus utama distribusi ini mencakup wilayah krusial seperti Jakarta dan kawasan Jawa bagian barat, yang merupakan pusat aktivitas ekonomi nasional.

Direktur Utama Nusantara Regas, Mohd Iskandar Mirza, menegaskan bahwa performa positif yang diraih merupakan buah dari optimalisasi operasional yang konsisten. Menurutnya, komitmen perusahaan adalah memastikan keberlanjutan pasokan energi agar tidak terjadi gangguan pada pelanggan. Mirza menambahkan bahwa tren kebutuhan gas bumi yang terus tumbuh menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kesiapan fasilitas.

"Kami berkomitmen untuk memastikan seluruh fasilitas siap digunakan dan penyaluran energi berjalan lancar. Hal ini sangat penting guna mendukung ketahanan energi nasional secara menyeluruh," ujar Mirza dalam keterangan resminya di Jakarta.

Selain dari sisi volume pasokan, keandalan operasional Nusantara Regas juga terlihat dari aspek teknis fasilitas. Perusahaan mencatatkan angka Plant Availability Factor (PAF) yang sangat tinggi, yakni mencapai 96% hingga September 2026. Angka ini mencerminkan tingkat kesiapan yang luar biasa dari fasilitas Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Nusantara Regas Satu dalam menjalankan proses regasifikasi dan menyalurkan gas kepada konsumen tanpa kendala berarti.

Tidak hanya fokus pada kuantitas dan teknis, aspek keselamatan kerja juga menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional. Perusahaan mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih 1.019.352 jam kerja aman sepanjang periode Januari hingga September 2026. Jika ditotal secara kumulatif sejak tahun 2011 hingga September 2026, Nusantara Regas telah membukukan total 15.846.059 jam kerja aman, sebuah standar tinggi dalam industri energi yang sangat mengedepankan keselamatan kerja. Melalui integrasi antara pasokan yang stabil, fasilitas yang andal, dan standar keselamatan yang ketat, Nusantara Regas optimis dapat terus menjaga stabilitas energi Indonesia di masa depan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer