Ads - After Header

Ekspansi Besar Produk Perikanan Indonesia

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah menyiapkan strategi besar untuk mendobrak pasar global. Tidak lagi hanya bergantung pada negara-negara tradisional, Indonesia kini mulai membidik wilayah baru yang sangat potensial, yakni kawasan Afrika dan Timur Tengah, guna memperluas jangkauan ekspor produk perikanan nasional.

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya diversifikasi pasar agar ketergantungan terhadap negara-negara tujuan utama dapat dikurangi. Selama ini, komoditas laut Indonesia memang telah lama merajai pasar di Jepang, China, Amerika Serikat, hingga kawasan Eropa. Namun, pemerintah melihat adanya peluang emas di wilayah lain yang memiliki permintaan tinggi terhadap produk laut namun belum tergarap secara maksimal.

Ekspansi Besar Produk Perikanan Indonesia
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Dirjen PDS PKP) KKP, Yudi Nurul Ihsan, menjelaskan bahwa meskipun negara-negara besar seperti Jepang dan China tetap menjadi pilar utama ekspor, ekspansi ke wilayah baru adalah sebuah keharusan untuk pertumbuhan ekonomi sektor kelautan.

"Target utama kita seperti Jepang, China, Eropa, dan Amerika Serikat memang tetap menjadi unggulan. Namun, saat ini kami juga mulai menambahkan target ke wilayah Afrika dan Timur Tengah. Produk-produk kelautan dan perikanan kita akan mulai didorong masuk ke sana," ujar Yudi dalam keterangannya, sebagaimana dikutip pada Sabtu (24/10/2026).

Ambisi besar ini bukan tanpa alasan. KKP memiliki target yang sangat menantang, yakni melipatgandakan nilai ekspor perikanan nasional. Saat ini, nilai ekspor produk perikanan Indonesia masih berada di angka sekitar US$6 miliar. Pemerintah menargetkan angka tersebut dapat melonjak drastis hingga menembus angka US$10 miliar dalam waktu dekat.

Untuk mencapai target ambisius tersebut, KKP fokus pada penguatan daya saing produk di kancah internasional. Hal ini mencakup peningkatan kualitas hasil tangkapan, standarisasi produk agar sesuai dengan regulasi ketat di pasar global, hingga efisiensi rantai pasok. Yudi menekankan bahwa dengan memperkuat daya saing, produk Indonesia tidak hanya akan sekadar masuk ke pasar baru, tetapi juga mampu mendominasi.

"Kita punya target besar. Nilai ekspor perikanan kita harus naik dua kali lipat. Jika saat ini berada di kisaran US$6 miliar, maka target kita adalah mencapai angka di atas US$10 miliar," tegas Yudi.

Upaya penetrasi ke pasar Afrika dan Timur Tengah diharapkan dapat menjadi mesin pertumbuhan baru bagi para nelayan dan pelaku industri pengolahan ikan di tanah air. Dengan luasnya wilayah laut Indonesia, potensi produk yang bisa diekspor sangatlah beragam, mulai dari ikan tuna, udang, hingga produk olahan lainnya yang memiliki nilai tambah tinggi. Melalui strategi perluasan pasar ini, Indonesia optimis dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam industri perikanan dunia.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer