Ads - After Header

Misteri di Balik Kilau Trofi Ballon dOr

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Dunia sepak bola selalu penuh dengan kemegahan, tidak terkecuali saat membicarakan penghargaan paling prestisius bagi seorang pemain: Ballon d’Or. Setiap tahun, mata jutual dunia tertuju pada trofi berbentuk bola emas yang berkilau indah tersebut. Namun, di balik kemilaunya yang memukau, muncul sebuah pertanyaan besar yang sering menjadi perdebatan di kalangan penggemar, yakni apakah trofi legendaris ini benar-benar terbuat dari emas murni?

Banyak orang berasumsi bahwa penghargaan tertinggi bagi pemain terbaik dunia ini merupakan bongkahan emas padat yang sangat mahal. Namun, fakta di balik pembuatan mahakarya ini ternyata jauh lebih kompleks dan melibatkan perpaduan berbagai material berkualitas tinggi. Meskipun tampak seperti emas sepenuhnya, trofi ini sebenarnya adalah hasil karya seni yang menggabungkan teknik metalurgi yang presisi.

Misteri di Balik Kilau Trofi Ballon dOr
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Secara teknis, trofi Ballon d’Or tidaklah terbuat dari emas murni secara keseluruhan. Jika seluruh bagian trofi menggunakan emas murni, maka bobotnya akan menjadi sangat berat dan struktur fisiknya mungkin tidak akan sekuat sekarang. Rahasia di balik tampilannya yang mewah terletak pada penggunaan kuningan sebagai material utama untuk membentuk bagian bola.

Proses pembuatannya pun membutuhkan ketelitian tingkat tinggi. Para pengrajin ahli memulai dengan membentuk dua bagian kuningan yang kemudian disatukan menggunakan teknik pengelasan khusus hingga membentuk bola sepak yang sempurna. Setelah bentuk bola tersebut solid, permukaan kuningan akan dihaluskan hingga benar-benar mulus. Barulah pada tahap inilah "sihir" sebenarnya terjadi, di mana bola kuningan tersebut dilapisi dengan lapisan emas murni untuk memberikan efek kilau yang ikonik.

Tidak hanya pada bagian bola, keunikan trofi ini juga terletak pada bagian dasarnya. Alas trofi tidak menggunakan logam biasa, melainkan menggunakan pirit. Pirit adalah sebuah mineral yang dalam dunia geologi sering dijuluki sebagai "emas semu" karena warna dan kilauannya yang sangat menyerupai emas asli. Perpaduan antara bola kuningan berlapis emas dan alas pirit inilah yang menciptakan estetika mewah yang kita kenal sekarang.

Sejarah panjang penghargaan ini juga patut diacungi jempol. Sejak pertama kali diberikan pada tahun 1956, trofi ini telah menjadi simbol supremasi di lapangan hijau. Menariknya, pembuatan trofi ini dipercayakan kepada Mellerio, sebuah rumah perhiasan legendaris asal Paris, Prancis, yang telah berdiri sejak tahun 1613. Nama "Ballon d’Or" sendiri secara harfiah dalam bahasa Prancis berarti "bola emas", sebuah nama yang sangat merepresentasikan visualisasi trofi tersebut meskipun secara material ia adalah perpaduan logam yang cerdas.

Melalui kombinasi kuningan yang kokoh, lapisan emas yang elegan, serta alas pirit yang eksotis, Ballon d’Or tetap menjadi simbol impian bagi setiap pesepak bola di seluruh penjuru dunia. Melaporkan dari meja redaksi, informasi ini diharapkan dapat menjawab rasa penasaran para pecinta sepak bola mengenai detail material dari trofi paling bergengsi di planet ini.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer