Ads - After Header

IHSG Terjun Bebas Hilang Triliunan Rupiah

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Pasar modal Indonesia tengah menghadapi badai besar setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data terbaru dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan indeks saham unggulan tanah air ini menunjukkan tren penurunan yang sangat signifikan selama periode perdagangan 26 hingga 30 Oktober 2026.

Kondisi pasar yang memerah ini terlihat dari angka penutupan IHSG yang merosot drastis. Jika pada penutupan pekan sebelumnya indeks sempat bertengger di level 5.439,258, kini angka tersebut terjun bebas ke level 5.057,050 pada perdagangan Jumat (30/10/2026). Secara persentase, IHSG mencatatkan anjlok sebesar 7,03 persen hanya dalam waktu lima hari perdagangan.

IHSG Terjun Bebas Hilang Triliunan Rupiah
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Fenomena "babak belur" ini tidak hanya berdampak pada angka indeks, tetapi juga melumpuhkan aktivitas transaksi di bursa. Terjadi penurunan aktivitas perdagangan yang cukup mencolok di hampir seluruh indikator utama. Rata-rata nilai transaksi harian yang biasanya menjadi indikator likuiditas pasar, mengalami penyusutan sebesar 29,49 persen. Nilai transaksi yang sebelumnya menyentuh angka Rp20,34 triliun per hari, kini merosot menjadi hanya Rp14,339 triliun.

Tidak hanya nilai uang yang menyusut, minat investor untuk melakukan transaksi juga tampak melemah. Frekuensi transaksi harian tercatat turun 20,99 persen, dari yang sebelumnya mencapai 1,95 juta kali transaksi menjadi hanya 1,54 juta kali transaksi per hari. Hal ini mengindikasikan adanya sikap wait and see atau sikap berhati-hati dari para pelaku pasar di tengah ketidakpastian ekonomi yang melanda.

Dampak dari penurunan indeks dan lesunya transaksi ini secara langsung memukul kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia. Total nilai kapitalisasi pasar menyusut sebesar 7,52 persen, yang berarti ada dana sekitar Rp721 triliun yang menguap dari pasar modal dalam sepekan. Kapitalisasi pasar yang semula berada di angka Rp9.583 triliun, kini terkoreksi menjadi Rp8.862 triliun.

Selain frekuensi, volume transaksi harian juga tidak luput dari tekanan. Volume perdagangan saham tercatat menyusut 18,85 persen, dari rata-rata 39,959 miliar lembar saham menjadi 32,428 miliar lembar saham.

Para analis pasar modal kini tengah memantau berbagai faktor global dan domestik yang diduga menjadi pemicu utama aksi jual masif ini. Penurunan tajam IHSG ke level psikologis 5.000 ini menjadi sinyal waspada bagi para investor ritel maupun institusi dalam menyusun strategi investasi mereka di pekan mendatang. Kondisi pasar yang volatil ini menuntut kehati-hatian ekstra agar portofolio investasi tetap terjaga di tengah tekanan jual yang masih membayangi bursa saham Indonesia.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer