Ads - After Header

Ambisi Besar Indonesia Kejar Target Surya

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Indonesia tengah menghadapi tantangan raksasa dalam upaya melakukan transisi energi nasional. Pemerintah telah menetapkan target yang sangat ambisius, yakni membangun kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga mencapai 100 gigawatt peak (GWp) dalam kurun waktu tiga tahun ke depan. Namun, realita di lapangan menunjukkan adanya jarak yang cukup lebar antara target tersebut dengan kondisi eksisting saat ini.

Hingga memasuki pertengahan tahun 2026, kapasitas PLTS yang telah terpasang secara nasional tercatat baru menyentuh angka sekitar 1,5 gigawatt (GW). Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah yang sangat menumpuk untuk mengejar ketertinggalan guna memenuhi mandat energi bersih tersebut.

Ambisi Besar Indonesia Kejar Target Surya
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI), Mada Ayu Habsari, menegaskan bahwa angka 100 GWp bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah mandat kerja yang nyata. Menurutnya, untuk mengubah ambisi tersebut menjadi aksi konkret, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku industri, hingga masyarakat luas.

"100 GWp adalah ambisi sekaligus mandat kerja. Agar ambisi ini menjadi aksi, pemerintah, pelaku industri, dan publik perlu bergerak bersama untuk memahami dan mengawal setiap prosesnya," ujar Mada Ayu Habsari saat memberikan keterangan di Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Mada juga menyoroti pentingnya peran media dalam mengedukasi masyarakat. Ia berharap narasi mengenai energi surya tidak hanya terpaku pada angka-angka teknis yang rumit, tetapi juga mampu menyentuh sisi manfaat langsung bagi kehidupan warga. Hal ini mencakup ketersediaan listrik yang lebih stabil, terciptanya lapangan kerja baru di sektor ekonomi hijau, hingga penguatan ekonomi di tingkat lokal.

Dari sisi teknis dan operasional, PT PLN (Persero) memegang peranan krusial dalam mengintegrasikan energi surya ke dalam sistem kelistrikan nasional. Manager Pengendalian Aneka Energi Baru dan Terbarukan PT PLN (Persero), Joko Purnomo, menjelaskan bahwa PLTS akan menjadi salah satu pilar utama dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) periode 2025-2034.

Joko memaparkan bahwa pengembangan PLTS di Indonesia akan dilakukan melalui berbagai skema, mulai dari PLTS atap untuk skala rumah tangga, PLTS ground-mounted (di atas tanah), hingga PLTS terapung yang memanfaatkan permukaan air. Selain itu, sektor komersial dan industri juga menjadi target besar melalui skema Independent Power Producer (IPP), di mana pengembang swasta dapat membangun pembangkit dan menjual listriknya kepada PLN.

Keberhasilan proyek skala besar ini sangat bergantung pada kepastian regulasi, kemudahan investasi, dan dukungan pembiayaan yang berkelanjutan. Joko menekankan bahwa sinergi dan pemahaman publik adalah kunci utama agar ketahanan energi nasional dapat tercapai melalui pemanfaatan energi surya yang optimal. Melalui kolaborasi lintas sektor, Indonesia diharapkan mampu mempercepat langkah menuju masa depan yang lebih hijau dan mandiri secara energi.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer