Chapnews – Ekonomi – Harga emas dunia tengah meroket, menyentuh angka fantastis dan berdampak langsung pada dompet kita. Pemerintah pun bersiap menerapkan kebijakan baru terkait tarif royalti emas yang naik signifikan.
Penguatan harga emas di pasar spot mencapai 0,66 persen pada Senin (21/4), menembus angka USD 3.349,48 per troy ounce. Ibrahim Assuaibi, pengamat pasar uang, bahkan memprediksi harga akan terus merangkak naik hingga mencapai USD 3.384 per troy ounce, bahkan berpotensi menembus USD 3.415 dalam waktu dekat. "Harga emas dunia terus memanas. Kita lihat saat ini diperdagangkan di 3.384 dolar per troy ons, terus mengalami penguatan," ujar Ibrahim di Jakarta.

Lonjakan harga ini didorong oleh beberapa faktor. Pernyataan Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, di forum Economist Club of Chicago, menjadi salah satu pemicunya. Powell menyinggung perlambatan ekonomi AS dan dampak potensial dari tarif impor terhadap negara-negara mitra dagang. Hasil jajak pendapat pada 17 April lalu semakin memperkuat kekhawatiran ini. Para investor semakin cemas akan potensi resesi di AS, dengan probabilitas mencapai hampir 50 persen dalam 12 bulan ke depan. "Investor percaya kebijakan tarif yang memicu perlambatan signifikan dalam ekonomi Amerika Serikat kemungkinan besar rata-rata resesi dalam 12 bulan ke depan itu mendekati 50 persen," tambah Ibrahim. Artinya, kenaikan harga emas ini berpotensi berlanjut, dan kita harus siap menghadapi dampaknya, termasuk kebijakan royalti emas baru yang akan diberlakukan pemerintah dengan tarif 16%.



