Chapnews – Ekonomi – Realisasi belanja bantuan sosial (bansos) hingga akhir Maret 2025 mencapai angka fantastis: Rp38,9 triliun! Angka ini setara dengan 28,8% dari total anggaran yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Informasi ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, mengutip Antara, Kamis (1/5/2025). Lonjakan signifikan terlihat jika dibandingkan realisasi bulan Februari yang hanya Rp25,9 triliun, artinya penyaluran bansos pada Maret mencapai Rp13 triliun.
Distribusi dana tersebut menyasar berbagai program prioritas. Program Keluarga Harapan (PKH) misalnya, telah menyalurkan Rp7,3 triliun kepada 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Program Kartu Sembako juga tak kalah besar, dengan total penyaluran Rp11 triliun untuk 18,3 juta KPM. Pemerintah juga menggelontorkan dana besar untuk Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN), yaitu Rp11,6 triliun bagi 96,7 juta jiwa.

Tak hanya itu, program pendidikan juga mendapatkan porsi yang cukup besar. Program Indonesia Pintar (PIP) telah menyalurkan Rp1,5 triliun kepada 2,8 juta pelajar, sementara Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah memberikan bantuan sebesar Rp6,7 triliun kepada 794 ribu mahasiswa. Pemerintah juga mengalokasikan Rp800 miliar untuk Asistensi Sosial, yang ditujukan bagi lansia, anak-anak, penyandang disabilitas, dan korban bencana.
Suahasil memastikan seluruh penyaluran bansos telah dilakukan tepat waktu dan sesuai rencana. Lebih lanjut, total belanja negara melalui pemerintah pusat hingga akhir Maret mencapai Rp413,2 triliun (15,3% dari target). Rinciannya, Rp196,1 triliun untuk belanja kementerian/lembaga (K/L), Rp217,1 triliun untuk belanja non-K/L, dan Rp207,1 triliun untuk transfer ke daerah. Pencapaian ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjalankan program-program kesejahteraan sosial.



