Chapnews – Ekonomi – Gelombang PHK hingga April 2025 mencapai angka yang cukup mengejutkan: 24.036 pekerja kehilangan pekerjaan. Namun, Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, menekankan perlunya fokus pada solusi, bukan hanya pada angka PHK itu sendiri. Menurutnya, penciptaan lapangan kerja baru jauh lebih krusial daripada sekadar menyoroti jumlah PHK.
"Kita terlalu fokus pada angka PHK, tapi melupakan hal yang lebih penting: menciptakan lapangan kerja baru bagi mereka yang terkena PHK," tegas Bob dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (6/5/2025). Ia menambahkan bahwa fenomena PHK ini bukan hanya terjadi di Indonesia. Sebagai contoh, sebuah bank besar di Singapura juga berencana mengurangi 4.000 karyawannya dalam waktu dekat.

Azam memandang PHK sebagai isu kompleks yang tak bisa dilihat secara sepotong-sepotong. Ia menuturkan, masalah ekonomi yang memicu PHK sebenarnya telah berlangsung sejak 2019, bahkan sebelum pandemi COVID-19 melanda. "Perang dagang dan konflik Rusia-Ukraina juga turut berperan," imbuhnya, menekankan bahwa ini bukan masalah yang unik bagi Indonesia. Tantangannya kini adalah bagaimana menciptakan lapangan kerja baru untuk menyerap tenaga kerja yang terdampak PHK massal ini. Pemerintah dan sektor swasta perlu berkolaborasi untuk menghadapi tantangan ini.



