Chapnews – Nasional – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan solusi tak biasa untuk mengatasi masalah narkoba di Sumatera Utara. Dalam kunjungannya ke Medan, Gibran mengusulkan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, meniru ide Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, namun dengan pendekatan yang berbeda. Bukan mengirim anak-anak nakal ke barak militer seperti yang dilakukan Dedi Mulyadi, Gibran justru menyarankan agar mereka dikirim ke pondok pesantren.
Usulan ini disampaikan Gibran saat menghadiri penutupan Muktamar ke-15 Persatuan Umat Islam (PUI) di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (15/5) malam. Usulan tersebut muncul sebagai respons atas keluhan Bobby Nasution terkait tingginya angka penyalahgunaan narkoba di provinsi yang dipimpinnya. Bobby mengakui bahwa Sumatera Utara masih menempati peringkat teratas dalam kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

"Tadi Pak Gubernur mengeluh masalah narkoba. Ini PUI bisa digandeng ini Pak Gubernur. Mungkin ada Gubernur Jawa Barat yang mengirim anak-anak bandel ke barak. Ini bisa dikirim ke pondok-pondok pesantren PUI-nya mungkin," ujar Gibran.
Gibran berharap pendekatan keagamaan melalui pesantren dapat menjadi alternatif efektif dalam menangani permasalahan ini. Ia menilai kerja sama dengan PUI dapat menjadi solusi yang lebih humanis dan berkelanjutan dibandingkan pendekatan militer. Sementara itu, Bobby Nasution menegaskan komitmen Pemprov Sumut bersama Forkopimda, TNI-Polri, dan organisasi keagamaan untuk memberantas narkoba. Ia berharap PUI dapat berperan aktif dalam gerakan ini.
Sebelumnya, kebijakan Dedi Mulyadi yang mengirim ratusan siswa SMA dan SMK ke barak militer telah menuai pro dan kontra. Banyak pihak menilai pendekatan tersebut kurang efektif dan berpotensi memperluas peran militer di sektor sipil. Langkah Gibran ini pun menarik perhatian, menawarkan pendekatan alternatif yang lebih menekankan pada pembinaan keagamaan.


